Nglathak Gak Pake Jauh

Bahas kuliner jogja tuh memang ra uwis uwis. Yang juga hits pasca demam Cinta dan Rangga itu salah satunya Sate Klathak.

Sate Klathak adalah sate kambing yang pembuatannya berbeda dengan sate kebanyakan. Alih alih menggunakan tusuk bambu, Sate Klathak menggunakan jeruji besi sebagai tusuk. Akibatnya, saat prosesi bakar bakar, keluar suara “klathak klathak”. Dan daging sate pun matang empuk sempurna luar dalam.

Kalau tadinya jika ingin melaksanakan ritual nglathak, perlu spare waktu yang lumayan. Karena area banyak penjaja Sate Klathak letaknya nun di selatan jogja sekian belas kilometer. Jadinya saya gak bisa sering sering deh menikmati ritual Nglathak. That’s why akhir akhir ini sudah ada jawaban atas kegelisahan saya soal fakir nglathak.

Tidak jauh dari area kampus, belum lama ini dibuka depot makan yamg menyajikan menu Sate Klathak dan olahan kambing lainnya. Lokasi nya strategis bangets, dekat dengan kampus kampus UNY, UGM, USD, UAJY, dan UMBY. Tempatnya juga cozy dan kekinian cocok buat anak muda, mahasiswa maupun keluarga. Bersih, nyaman, dan instagramable.

View this post on Instagram

Nyate klathak deket kampus harga mahasiswa jugak.

A post shared by bekal makan siang (@bekal.makansiang) on

Selain Sate Klathak konvensional, di sini juga ada variasi lain yang makin menambah kenikmatan Nglathak. Ada Sate Klathak Mozarella yang meleleh dan mbleber mbleber,  juga Sate Klathak Manis.

Ada juga menu olahan kambing lainnya yang berkuah, pedas dan bisa bikin nglathak makin rame. Tengkleng pedes dan semangkok penuh, siap sedia dikrokoti (ini bahasa Indonesia nya apa ya). Belum lagi Gulai dengan kuah berbumbu gurih dan meresap ke setiap irisan dagingnya. Masih ada Tongseng dengan kombinasi manis dan pedas. Kenikmatan Paripurna mana yang kau dustakan, kawan.

Tidak perlu takut jika bareng kawan yang gak doyan kambing, ada Ayam Goreng sebagai menu penyeimbang. Belum lagi pilihan minuman yang unik. Susah sepertinya bisa dapat minuman yang tersedia di sini.

Ada teh biru yang jadi favorit dan ajaibnya di sini. Warna birunya bisa berubah menjadi ungu saat diberi perasan jeruk nipis.

Teh biru ini juga bisa dikombinasi dengan yogurt segar. Buat saya sih jadi pasangan yang klop bersanding dengan Sate Klathak.

Trus kalau pasangan yang klop bersanding dengan kamu, yang mana?

Singgah Santap di GH Corner Jogja

Singgah Santap di GH Corner

Bicara kuliner di kota berhati nyaman, Yogyakarta, ini memang tak ada habisnya. citarasa lokal, interlokal, internasional, classic ataupun moders, tumpah ruah di sini. Sampai-sampai saya berpendapat bahwa memikirkan “makan dimana” itu lebih rumit daripada berfikir “masak apa”. Walau begitu, tetep donk, tinggal di kota dengan ragam kekayaan kuliner, rasanya sayang kalau tidak dimaksimalkan. Ada kalanya kita butuh mengenalkan citarasa baru untuk lidah kita. Ada kalanya juga kita butuh suasana baru untuk memperbaiki porak poranda suasana hati kita kitaaaaa???

Seminggu lalu, saya sempat memberi kesempatan bagi lidah saya mencicipi satu pendatang baru di kancah kuliner Yogyakarta. Beruntung karena tiba saat soft launching, sehingga dapat mencicipi sebagian besar menu yang disediakan. Dari icip-icip ini, saya menyimpulkan adanya kolaborasi yang apik antara menu nusantara, arab, sedikit western, dan rempah rempah asia. Penyajian hidangan yang baik, didukung interior kafe yang apik membuat saya makin tertarik untuk mengulang singgah santap berkali-kali.

Tempat itu bernama GH Corner. Menempati Ruko Raflesia di Babarsari Square 2, Kapling M, Depok, Sleman. Ruangan dengan luas yang cukup dan penataan minimalis namun memberi kesan nyaman bagi pengunjung. Di ujung ruangan terlihat bagian dapur, lalu sofa di sisi kiri, dan round table di sisi kanan. Aman dan nyaman untuk hang out bersama kawan, ataupun singgah santap bersama keluarga.

Makanan

Untuk makanan, unggulan di GH Corner Yogyakarta ini adalah Grilled Chicken Chop. Ayam panggang dengan tekstur daging yang empuk, disajikan bersama french fries, selada, dan 2 macam sauce. Untuk pilihan menu lainnya saya bagi secara garis besar seperti ini:

  1. Olahan Ayam : Ayam Goreng, Chicken Katsu, Chicken Gordon Bleu
  2. Pasta : pilihan saus Carbonara, Bolognese
  3. Nasi : Nasi Goreng Kampung, Nasi Goreng Pattaya, Nasi Goreng Seafood
  4. Lainnya : Bihun Seafood, Nasi+Tomyam, Capcay

Minuman

Teh Tarik juara banget ada di sini. Saking favoritnya, dalam sekali singgah santap, saya sampai lupa berapa gelas teh tarik yang sudah saya tenggak. Sebenarnya tak hanya ada teh tarik saja, tapi akibat dibutakan oleh teh tarik, saya jadi tidak sempat mencicipi varian lain, diantaranya:

  1. Varian Teh : Teh Manis, Teh Tawar, Teh Tarik, Lemon Tea
  2. Varian Kopi : Arabica Coffee Special, Kopi Hitam, Kopi Susu, dsb
  3. Spesial : Milo Special, GHC’s Float, dan Milo Float

Kudapan

Kudapan hits seperti Canai Tisu rupanya tersedia di sini. Memang kalau dari saya baca baca buku menu, pilihan menu untuk canai bahkan sampai satu halaman sendiri. Dari yang saya ingat ada Canai Kuah Kari, Canai dengan pisang beserta macam-macam variasi topping, juga ada Canai Manis.

Namun dari yang paling saya suka adalah Martabak Canai Kari. Rasa rempah kari yang meresap disetiap lembar martabak, berpadu irisan daging dan roti canai yang gurih benar-benar kenikmatan paripurna. Mendapatkannya pun cukup dengan menukar selembar rupiah berwarna hijau.

Selain Canai dan Martabak, masih ada macam-macam kue dan cemilan untuk menyempurnakan ritual makan pagi, siang maupun malam. Karena GH Corner buka pukul 09.00-21.00

Yuk singgah santap di GH Corner.

FAQ Seputar Bekal Makan Siang

masak semuanya cuma 30 menit. ayam tanpa minyak, oseng wortel buncis, sambal dabu dabu

Sejak kembali ke dunia kerja dan menjadi karyawan eight to five, saya tentu banyak melakukan penyesuaian. Selama satu semester saya bisa bangun tidur sesukanya, mandi tak mandi semaunya, dan tidak punya jam pasti untuk sarapan, makan siang ataupun dinner. Sekarang, tidak bisa begitu lagi. Malam sebaiknya saya tidur cepat, pagi hari bangun dengan segar, mandi dan bersiap untuk menjemput rizki. Alhasil makan saya juga jadi lebih teratur dari sebelumnya. Cukup perasaan aja yang porak poranda, soal makan sih harus teratur.

Berbeda dengan tempat kerja sebelumnya yang menyediakan makan siang, kali ini makan siang menjadi kebebasan setiap karyawan. Tadinya berhubung saya belum mengenal lingkungan kantor, jadi saya memilih menyiapkan sendiri lunchbox saya. Lah kok lama-lama keterusan. Alasannya simpel sih, saya males buang-buang pikiran buat menjawab kegalauan soal makan apa hari ini. Itu saja sudah membuat malas, apalagi kalau masih ditambah pertanyaan sama siapa, dimana, dan kapan nikah #eh.

Lama-lama saya jadi suka ngefotoin menu menu bekal, siapa tau sewaktu-waktu nanti saya stuck gak punya ide buat bikin bento. Lebih enak kan nyontek masa lalu sendiri ya. Errr ini khusus soal resep masakan sih, bukan masa lalu yang lain.

Postingan ini saya tulis sekalian untuk menjawab sebagian pertanyaan-pertanyaan seputar bekal makan siang saya.  Mungkin selama ini pada taunya saya kan sukanya jalan-jalan dan poto-poto. Udah gitu gak feminine dan kaya yang males gitu anaknya ya kan. Padahal emang beneeer. Hahahaha. Gak heran kalau terus pada nanya kok bisa tetep nyiapin bekal dan sempet banget dipotoin.

  1. Bangun Jam Berapa?

Mungkin lebih tepatnya pertanyaannya diganti ya, jadi “mulai masak jam berapa”.

Seringnya saya mulai masak nasi dengan rice cooker saat bangun untuk sholat subuh.

Untuk masak sayur dan lauk, saya baru mulai jam 06.00 pagi dan maksimal harus selesai 06.30, karena itu sudah jamnya untuk saya mandi.

pernah bikin nasi bakar jugak
pernah bikin nasi bakar jugak

Buat antisipasi saya telat bangun atau telat start masaknya, saya kadang nyicil potong-potong dan kupas kupas sayur malam sebelum tidur. Jadi pagi tinggal cemplang cemplung, tata di lunchbox, dan jepret.

Tentunya gak semua bisa dipotong-potong dari malam ya. Kalau saya untuk bumbu dan sambal, tetap dipotong dan diulek pagi saat memasak. Apalagi kalau lagi bikin sambal ganja, sambal matah, atau sambal dabu dabu.

Kalau sekiranya hari ini saya pengen masak yang kemungkinan bakal lebih lama, ya saya start sedikit lebih awal juga. Daripada gak mateng dan gak bsa dimakan, rugi kan. Saya perkirakan saja lama memasak dan persiapannya berapa lama. Sejauh ini lama persiapan tiap bento maksimal 30-40 menit saja.

Strategi lainnya, kalau weekend sedang selo, saya bikin satu menu yang bisa tahan berhari-hari. Misalnya kering tempe, kering teri, abon, rendang, dll. Jadi saat weekdays tinggal masak sayur atau lauk pendampingnya aja.

img_20160731_115720
abon ikan ini harusnya tahan seminggu, tapi belum seminggu udah habis
  1. Masak Sendiri?

Yups. Heran juga saya, kalo pada suka ngejekin saya yang katanya sudah terlalu lama sendiri tapi masih menyangsikan kalo masak pun saya sendiri. *nangis sambil iris bawang

Tapi iya bener. Mayoritas bekal-bekal saya, saya siapkan sendiri. Belanja sendiri, iris-iris sendiri, masak sendiri, nyiapin lunchbox sendiri, dipoto sendiri dan ujung-ujungnya dimakan sendiri juga.

ini mah kilat banget
ini mah kilat banget

Saya bukan yang jago masak. Bukan juga yang rajin melototin cookpad, nontonin video masak di youtube dan penggiat grup grup memasak di sosial media. Sudah saya bilang kan, kalo saya itu pemalas. Karena malas itulah saya selalu berusaha memasak se-mudah-mudahnya dalam tempo se-singkat-singkatnya.

I choose a lazy person to do a hard job. Because a lazy person will find an easy way to do it (Bill Gates)

  1. Belanja di mana dan kapan?

Ini beneran ada yang nanya lho. Untung gak nanya juga belanjanya sama siapa. Soalnya kalo nanti saya jawab “Sendiri” ujung-ujungnya malah dibully. #ehcurhat

Saya lebih sering belanja di mbok sayur dan bukan di pasar. Jadi apa yang ada di warung simbok sayur itu yang saya masak.

Kenapa gak di pasar? Saya mikir efisiennya aja sih. Karena lokasi warung lebih deket daripada pasar. Plus lagi, kalau pagi-pagi harus belanja waktunya gak bakal cukup. Sementara sepulang ngantor, udah malem juga dan saya pengennya istirahat.

habis belanja langsung dimasak yang tahan lama
habis belanja langsung dimasak yang tahan lama

Sesekali saya juga masih belanja di supermarket. Ketika yang saya pengenin banget gak ada di warung mbok sayur, sementara pasar sudah tutup.

Saya belanja juga gak sering-sering. Bisa seminggu sekali atau seminggu dua kali. Untuk budget biasa habis 30-60 ribu untuk sekali belanja. Dibanding harus jajan tiap hari, ini jadi ngirit banget. Karena itungannya porsi yang saya masak masih bisa buat makan adik saya juga di rumah.

img_20160805_083450

  1. Bekal kopi?

Dalam beberapa kali postingan bekal, saya memang menyertakan kopi dingin dalam botol kaca. Sebagai pecinta kopi, saya beberapa kali sengaja membawa kopi sendiri untuk bekal. Saya mikirnya daripada saya harus bawa peralatan kopi saya seperti grinder, filter dan coffee beans sendiri, mendingan saya bawa yang udah siap minum saja. Dan dari semua metode seduh kopi yang paling awet dan tetap enak ya cold brew.

cold brew dalam botol
cold brew dalam botol

Untuk resep cold brew bisa cek di artikel lama saya ini.

 

  1. Lunchbox merk apa?

Saya ini anaknya males bawa yang besar besar dan males juga kalo kebanyakan tentengan. Apalagi statusnya sekarang masih anak motor yang ribet kalo bawannya banyak. Jadi lunch box saya ya kecil-kecil. Yang penting ada partisinya dan Alhamdulillah menunya cukup dan kenyang.

Lunch Box lock&Lock
Lunch Box lock&Lock

Awalnya saya pakai lunch box Lion Star, sukak sih karena kecil. Tapi bisa muat lumayan dan enak bawanya.  Gak lama setelah itu, dapat lunch box Lock&Lock di salah satu event blogger. Jadi lah paling sering pake 2 lunch box itu.

penampakan Lion Star
penampakan Lion Star

Ada sih yang besar, beberapa kali aja dipake. Kalo lagi banyak yang mau dibawa, dan rada niat.

lunch box besar, unbranded
lunch box besar, unbranded

Untuk botol cold brew saya pakai botol beling yang mirip buat ASIP. Dapatnya gratisan tiap take away cold brew di coffeeshop.

Masih ada pertanyaan lagi?

*foto dan teks oleh aqied

Ndalem Sopingen, Kotagede

cukup lumayan lama saya menjadi perantau  berdomisili di Kotagede, Yogyakarta. Namun rupanya soal khazanah perkulineran, saya belum cukup gawl. Misalnya pendopo berhalaman luas dengan konsep lighting yang hangat ini. Ya, Warung Jawi atau disebut juga nDalem Sopinge. terletak hanya beberapa ratus meter dari hiruk pikuk aktivitas ekonomi Pasar Legi Kotagede. Tempat Gank Cinta jajan es teh di angkringan pada salah satu sudutnya.

saya baru mengetahui lokasi ini saat acara hunting bareng fotografer.net beberapa masa silam. saat itu saya sama sekali tidak tauper fotografian, dan bukan pula fotografer. Tapi akibat keselo-an dan lokasi yang dekat, berangkatlah saya. siapa tau bisa dapat berkenalan dan ketemu jodoh berguru dari banyak fotografer. walau pada akhirnya saya hanya bengong dan malah cuma jalan kaki ngintilin para fotografer, dan bengong aja karena gak ngerti photo street. Namun kesan pada nDalem Sopingen sebagai titik kumpul kami kala itu, memberi kesan positif pada saya.

apalagi saat rangkaian photo street usai dan kami kembali ke titik kumpul. Cangkir cangkir berisi air secang hangat, menebus dahaga dan lelah kami. piring-piring dengan timbunan kacang rebus dan pisang godok, turut meramaikan. Desain pendopo klasik ditambah sinar lampu kuning yang hangat, tikar-tikar yang digelar dan meja meja kecil kayu, menambah ketenangan dalam keakraban malam itu.

beratus-ratus malam setelahnya, baru saya sempat menyambangi lagi. Saat malam hari, pendopo ini dapat menghidangkan masakan minuman jawa, dengan suasana yanag makin jawa. Tak heran mereka menamainya Warung Jawi.

Malam itu kami memesan Brongkos dan Rawon. Untuk minumannya kami percayakan segelas wedang secang dan kunir asem hangat tuk menemani. Rupanya, sepiring kacang rebus ddisajikan pada kami sebagai welcome snack. sembari menunggu hidangan disiapkan, saya menikmati sekali suasana yang tenang, sambil sesekali mengambil gambar. Lokasinya yang sedikit mblusuk mengamankan pendengaran kami dari polusi suara kendaraan dan lalu lalang.

saat hidangan tiba, baik rawon maupun brongkos menghadirkan kuah dengan kepekatan yang cukup kental. rasa bumbu dan rempah yang tak pelit pelit. Tak heran kedua mangkok kami habiskan bersih hingga tetes terakhir. Untuk rawonnya sendiri, rupanya sudah dijodohkan sekaligus dengan telur asina utuh.

Selain rawon dan brongkos, Warung Jawi juga menyediakan bakmi jawa. saya belum sempat mencicip, tapi bukankah ini akan menjadi alasan saya untuk terus kembali lagi? mencecap setiap senti bakmi dalam tenang. menyeruput teh panas gula baru dengan senang. Mungkin sambil bersenda gurau bersamamu dengan riang?

sopingen

Lunch Puas Harga Pas di Hotel Neo Malioboro

Jogja tanpa Malioboro, bagaikan nasi goreng tanpa nasi. Atau bisa juga bagaikan mie ayam tanpa mie. Seakan tak ada Jogja hari ini kalau Malioboro tidak disebut. Kawasan ini sedari dulu hingga kini gak kehilangan fans. Baik penduduk asli, penduduk temporer, apalagi wisatawan. Kini kawasan wisata tersebut sudah semakin tertib sejak tidak adanya lagi parkir di sepanjang trotoar. Lebih menyenangkannya lagi, cari makan enak dengan tempat cozy dan harga masuk akal ternyata juga tersedia.

begini ceritanya

 

Hotel Neo Malioboro yang letaknya di Jl Pasar Kembang tepat di depan pintu selatan Stasiun Tugu Yogyakarta mempunyai program berjudul MAKSIBAR. Sesuai namanya, program ini ditujukan untuk MAkan SIang BAreng, dengan tagline try something neo. Meski namanya makan siang bareng, tapi layanan ini tersedia tanpa minimum jumlah orang, dan tidak harus reservasi. Datang saja saat jam makan siang mulai 11.00 WIB sampai 14.00 WIB dan siapkan kapasitas perut lebih.

berikut detailnya

Food & Beverage

Appetizer

tortilla dan salad

tortilla dan salad

seperti kedua gambar di atas, menu hidangan pembuka ada buah-buahan segar, plus disediakan dressing. kalau terlalu malas untuk utak atik sendiri, sudah ada salad buah siap makan yang disediakan juga. Salad sayur juga pilihannya macam macam, tinggal dikreasikan sendiri sesukanya.

selain salad, juga ada cemilan lain seperti mini tortilla, pecel dan gado gado, juga sup. Ragamnya bisa berbeda-beda setiap harinya. sehingga jika menginap di sini atau berhari-hari makan siang di sini terus, tidak cepat bosan.

fruit and salad bar

fruit and salad bar

Main Course

Main course nya pertama tama disiapkan nasi untuk sesuai perut dan lidah lokal. Katanya kalo belum makan nasi belum bisa disebut makan. untuk lidah asing atau pilihan kalau sedang tidak ingin nasi, juga disediakan pasta. olahannya bisa jadi berbeda-beda. saat kunjungan saya, saat itu pasta berua spaghetti bolognese, dan refil ketika habis diganti fusili dengan saus bolognese juga.

Lauk lokal maupun internasional juga tersedia di sini. Dalam sekali sesi misalnya ada Ratatouille, Fuyunghai, Ayam Rempah, Tongseng Kimcil (kambing kecil), Fried Potato, dan sisanya lupa. Juga tersedia beberapa booth yang menyajikan mie ayam, waffle, serta gorengan.

mie ayam

mie ayam

tongsel kimcil (kambing kecil)

tongsel kimcil (kambing kecil)

lauk pauk

lauk pauk

Dessert

cemilan?

pilihan dessertnya di sini banyaaaak sekali. baik cake yang manis manis dan warna warni. ada juga aneka pudding segar beserta vla nya. masih bisa milih pula cemilan coklat yang lumer di mulut.

sebagian dessert

sebagian dessert

Beverage

Minuman yang disediakan di sini ada infused water, air putih, dan beberapa pilihan juice buah. Sepertinya sih ini tidak mutlak terus-terusan buah ini ya. Ada variasi setiap harinya. Selain itu, juga ada es cendol dan es buah yang bisa diracik sendiri dengan variasi dan porsi sesukanya.

minuman

minuman

cendol

cendol

 

Price

Untuk all you can eat semua menu di atas, hanya cukup membayar Rp. 55,000/pax.

jika dirasa kurang, atau ingin memesan di luar menu yang disajikan seperti tambahan macam-macam teh, kopi dan lainnya, baru akan dikenakan tarif sesuai order di luar paket. Tersedia juga paket plus renang menjadi Rp. 79,000 per pax.

 

Indoor and Outdoor

Terletak di Lantai 2 hotel Neo Malioboro, resto ini punya dua area. Sebagian besar menu disajikan di area indoor. kapasitasnya juga cukup besar jikalau berencana makan siang ramai-ramai. Sebagian booth sengaja dibuka di area outdoor. Selain bisa melihat pemandangan di luar hotel dari area ini, juga tersedia kolam renang. Bisa juga beli paket maksibar plus renang dengan harga yang sudah disebut tadi.

indoor dan outdoor

indoor dan outdoor

 

see,

sekarang pertanyaan “makan apa dan dimana” gak perlu lagi dijawab terserah

***

Noodles Now Restaurant Hotel NEO Malioboro
Jalan Pasar Kembang no 21, Yogyakarta
Telepon: (0274) 511999, 081804-511999
Email: [email protected]

Makan Sehat dan Enak di Vegan Fest Greenhost Jogja

sushi by Chef Harry Nugroho

Tiba saatnya akhir pekan menjelang. Sebagian dari kita ada yang sudah memiliki perencanaan matang bagaimana mengisi akhir pekan. Sebagian yang lain, membiarkan akhir pekan untuk berbuat sesukanya tanpa dibebani bermacam perencanaan. Saya sendiri terkadang menjadi golongan yang pertama, cukup sering pula menjadi golongan yang kedua. Saat tak memiliki rencana apapun untuk akhir pekan, kadang benar-benar saya habiskan glundang glundung seharian. Lebih sering pula saya keluar untuk berjalan tak tentu dan berimprovisasi tentang apa yang ingin saya lakukan hari itu. Bebas. Termasuk memproklamirkan weekend sebagai all you can eat – day.

Apakah berarti saya jaga makanan banget di hari-hari weekdays? Nggak juga. Sama aja parahnya. Saya lihat sebagian teman saya juga membuat weekend sebagai cheating day. Hari dihalalkannya menabrak aturan makan yang dibuat sendiri. Baik yang sedang diet rendah kalori, food combining, atau sekedar makan secukupnya di hari biasa. Saat weekend, mari rame-rame kita cheating. Alasannya sih bisa jadi mumpung liburan, dinikmati donk pake makan yang enak-enak. Padahal ternyata bisa banget lho makanan sehat bahkan full vegan, tapi tetap enak, bikin kenyang, dan bikin bahagia. Plusnya lagi, gak cuma nikmat di lidah tapi juga indah dipotret karena memenuhi syarat instagramable.

Adalah Vegan Fest, tempat dapat ditemukannya makanan lezat berlimpah yang sehat dan full vegan. Event ini diselenggarakan oleh Art Kitchen sebagai resto andalan Greenhost Boutique Hotel berkolaborasi dengan komunitas Pasar Kemisan. Menu yang akan disajikan nantinya akan beragam dari resep-resep para ahli di bidangnya. Sebut saja Kurogume Zushi oleh Chef Harry Nugroho, yang proses memasak dan penyajiannya bisa juga kita lihat langsung. Ada juga resep local seperti Tinutuan atau bubur manado yang full vegan dan organic. Belum lagi sajian steak tempe tapi rasa daging padahal tanpa protein hewani sama sekali. Dan tentunya masih banyak lagi sajian menu yang bisa dipilih dan disaksikan prosesnya pada Vegan Fest ini.

photo305233108455763610

sebagian bahan masak

sebagian menu vegan

sebagian menu vegan

Tentunya tidak cukup donk kalau hanya menikmati resep super sehat saat event saja. Tak perlu khawatir karena selain menu siap saji, ada juga penyedia bahan dasar vegan dan organic yang bisa dibeli. Sudah melihat para chef mendemonstrasikan cara memasak dan membeberkan resep, pengen donk praktik sendiri di rumah. Apalagi bahan-bahan yang dipakai memang diutamakan bahan local, sehingga seharusnya mudah didapat. Jangan dikira bahan bahan local di sekitar kita, dengan pengolahan yang tepat bisa menjadi menu berkelas lho.

Vegan Fest ini akan diselenggarakan pada hari minggu 24 Juli, 7 Agustus, dan 21 Agustus 2016. Cocok untuk menu makan siang enak saat weekend tanpa cheating karena acaranya berlangsung pukul 10.00-14.00 WIB. Lokasinya hits banget, mana lagi kalau bukan di Art Kitchen Greenhost Hotel yang kemarin menjadi lokasi syuting AADC2. Nantinya bisa lunch berkawan rambatan tanaman di sana sini, sinar matahari yang melimpah, plus di sisi kolam yang adem. Tak ketinggalan setiap sudut Greenhost hotel yang instagramable cocok untuk lokasi berfoto baik wefie, selfie, standing solo, maupun OOTD. Kalo foodporn nya sih jangan ditanya ya, udah pasti kece.

photo305233108455763633

salah satu sudut Art Kitchen

photo305233108455763624

photo305233108455763634

Sebelumnya, saya bersama beberapa blogger, media dan admin sosial media berkesempatan untuk turut serta dalam sneak preview pre Vegan Fest ini. Kami menyaksikan proses pembuatan sushi oleh Chef Harry Nugroho, seorang Sushi chef master yang belajar di Ohio, US. Beliau menyajikan aneka sushi vegan dengan berbagai variasi. Beliau memaksimalkan bahan pangan local sebagai bahan dasar sushi nya. Menyenangkan sekali saya bisa bertanya-jawab soal resep dan trik memasak pada beliau. Ada pula Chef Frans Keseger yang menyajikan Tinutuan, pecel lengkap dengan peyeknya yang glutenfree, ditambah lagi fresh drink yang sehat, vegan dan organic. Terakhir adalah Chef perwakilan dari Art Kitchen yang menghidangkan Steak Tempe with Mushroom. Enaaaak semua sampai rasa rasanya perut mau meledak karena nambah lagi nambah lagi. Bahkan untuk lidah saya yang pecinta nasi padang, sate kambing, opor ayam, lobster, dan rendang garis keras sekalipun.

photo305233108455763613

Pecel, Bacem

Pecel, Bacem

Sushi Vegan

Sushi Vegan

Tinutuan

Tinutuan

photo305233108455763623

steak tempe

steak tempe

Saran saya, segera ajak keluarga, kakak, adik, suami, istri, rekan, sahabat atau bribikan ke Vegan Fest ini. Tinggal datang ke Art Kitchen di Lt 1 Greenhost Hotel, Jl. Prawirotaman2 No. 629, Yogyakarta. Jangan sampai menyesal kemudian.

 

 

 

Kampung Ramadhan Jogokaryan, Ngabuburit Asyik

#RamadhanDiJogja

A post shared by Aqida Shohiha (@aqied) on

Sebagai anak rumahan, saya gak terlalu suka buka puasa di luar. Sepanjang Ramadhan ini, saya hanya berbuka puasa di luar kalau ada undangan saja. Selain alasan anak rumahan, buka puasa di rumah juga lebih hemat plus bisa nambah nambah upload an foto di IG foodporn saya. Eh udah pada follow belum?

Get closer look of chicken blackpepper. Detail and how to cook on previous picture.

A post shared by bekal makan siang (@bekal.makansiang) on

Tapii, namanya bulan spesial ya. Ada acara dan event tertentu yang munculnya cuma setahun sekali. Misalnya Kampung Ramadhan Jogokaryan ini kalo gak Ramadhan ya gak ada. Apalagi sepanjang bertahun tahun di Jogja, saya belom pernah menyambangi kampung kuliner ini. Makanya ketika mbak Rian yang hits ngajakin ngabuburit di sana, saya langsung oke.

Sempet maju mundur mau berangkat sih, karena mendadak hujan, trus mendadak brenti hujannya. Galau. Kaya saya. Tapi akhirnya berangkat juga. Dan sampai lokasi, ternyata habis hujan gede. Terlihat dari lapak lapak yang masih basah dan dikerudungi jas hujan serta jalanan sedikit becek. Alhamdulillah kami pas nyampai sudah cerah.

image

Ada banyaaaaaak sekali pilihan makanan di sini. Baik makanan tradisional berbagai daerah. Jajanan pasar dengan kue kue tradisional aneka rupa dan rasa. Ada juga makanan asimilasi budaya luar dengan sentuhan lokal. Buat yang males masak juga buanyaaak pilihan lauk dan sayur yang bisa dibawa pulang.

image

Bawa pulang nasi bakar limaribuan dan pepes tuna buat sahur

Tak perlu sedih karena harga yang ditawarkan rata rata hanya empat digit rupiah saja. Dengan begitu bisa banget icip sedikit sedikit berbagai jenis makanan di sini.

Gak cuma bisa jajan murah, bahkan bisa juga lho buka puasa gratis. Ini karena di tengah lokasi pasar kuliner ini terdapat Masjid Jogokaryan yang terkenal dengan jumlah sajian buka puasa ribuan porsi. Melihat para ibu ibu menyiapkan hidangan hingga hampir 2000 porsi dalam piring piring beling menjadi pemandangan yang menakjubkan bagi saya. Tak heran momen ini banyak diabadikan pecinta fotografi.

image

Lebih dari seribu piring

Seiring dengan sebagian Jogja yang mulai sepi ditinggal Pelajar dan pendatang, di sisi lain Jogja menjadi ramai oleh pemudik. Berburu menu buka puasa sembari mengikuti pengajian di Masjid Jogokaryan saya kira menjadi paket komplit nikmatnya buka puasa Ramadhan ini. Tidak tertarik keduanya? Baiklah mungkin bisa memanfaatkan momen yang tinggal sebentar ini untuk terekam dalam lensa kamera. Tak perlu khawatir terlihat aneh, saya bertemu banyak fotografer yang sengaja mengabadikan momen istimewa nya Ramadhan di Jogja.
image

image