Galeri: Kemarau di Semeru

Bertamu ke Semeru untuk pertama kali nya Agustus lalu, memberi banyak kejutan bagi saya. Tidak hanya rute panjang dan tanjakan aduhai yang bisa saya dapat infonya dari dunia maya. Bukan pula keindahan Ranu Kumbolonya yang termasyhur dengan jutaan fotonya yang bertebaran di berbagai situs. Tidak pula suhu dinginnya yang membekukan embun-embun di rerumputan hingga atap-atap tenda.

Baca juga  Catatan Semeru 1 : Tujuan itu Bernama Rumah 

Area Kamping Ranu Kumbolo

Ini tentang warna cokelat keemasan khas kemarau yang menyapa. Camping ground Ranu Kumbolo yang biasanya beralaskan permadani rerumputan hijau, kali ini berselimut cokelat. Hingga padang Verbana di Oro-oro Ombo yang identik dengan warna ungunya, pun terbentang keemasan.

Berikut sebagian galeri Semeru kala Kemarau.

(more…)

Bibit Unggul Itu Ada Di Sini

Lemparkan cita-citamu sejauh-jauhnya, setinggi-tingginya

Ada sedikit sedih ketika Asian Games berakhir kemarin. Saya merasa belum sempat turut dalam gegap gempitanya. Belum usai rasa bangga atas capaian atlet-atlet negri ini yang melampaui ekspektasi. Belum habis penyesalan saya melewatkan kesempatan untuk menjadi volunteer di perhelatan selanjutnya, Asian Para Games. Mengingat Para Games mengembalikan saya pada momen 7 tahun lalu, saat turut serta sebagai volunteer untuk Asean Para Games 2011. Pengalaman berharga yang masih membekas hingga kini. Untuk APG 2018 kali ini, saya sendiri pun tidak yakin apakah berkesempatan untuk turut serta atau tidak, melihat lokasi penyelenggaraan yang di luar kota.

(more…)

Tentang Memotret dan Dipotret

Awalnya saya berencana untuk mempublish tulisan tentang salah satu coffeeshop dan roastery fovorit saya. Namun di tengah menulis, sepertinya ada beberapa informasi yang buat saya masih kurang. Jadi saya pikir, baiknya saya cari informasinya dulu sebelum tayang nanti. Semoga minggu depan sudah bisa publish.

Daripada itu, saya malah jadi kepengen menuangkan keresahan saya soal memotret dan dipotret *ceileh yang resah.

(more…)

Foto Ala Buku Tahunan

Hello, 2018

Ternyata sudah lewat setengah bulan lebih di tahun 2018 dan belum ada postingan baru di blog ini. Sampai-sampai saya dicolek mbak Pink di twitter. Di situ saya merasa gagal menjadi blogger yang sok hits. Padahal hits dari mananya, lha wong banyakan yang gak kenal daripada yang kenal yekan.

mana yang bilang saya gak hits?

(more…)

Rumah Merah Muda di Timur Jogja

Instagram rupanya mengubah banyak hal di sekitar kita. Misalnya membuat banyak spot berlomba-lomba tampil instagenic. Dari rumah makan, resto, coffeeshop, perpustakaan, hingga hotel-hotel berlomba menampilkan sisi instagenic nya untuk menarik perhatian pengunjung. Di rumah-rumah pun mulai menyiapkan sudut favorit untuk berbagai kebutuhan pemotretan.

tangga pun harus instagenic

Disiapkan sudut favorit wajib untuk foto OOTD setiap harinya. Meja kerja yang berantakannya dibuat-buat untuk (seolah-olah) memotret kesibukan kerja. Piring dan cangkir yang lucu untuk dipakai setiap memamerkan hasil masakan dapurnya —atau mungkin orderan GoFood?–. Hingga spot khusus di kebun belakang rumah untuk sekedar foto bekal makan siang setiap harinya. Oke, itu saya.

Lalu, apakah semua itu cukup? Oh, tentu tidak. Harus ada alasan untuk bepergian keluar rumah demi feeds yang tidak itu itu saja.

(more…)