Press "Enter" to skip to content

Lebaran di Tengah Pandemi

Lebaran Idulfitri memang hari istimewa, biasanya saya menulis catatan lebaran  setiap tahunnya. Sayangnya di tahun terakhir kemarin (2019) ternyata saya gak nulis. Kali ini saya tidak mau sampai terlupa lagi, apalagi tahun 2020 ini benar-benar spesial karena kita lebaran di tengah pandemi.

Awal mula outbreak di Indonesia, sepertinya kita gak ngebayangin bakal berlangsung selama ini. Kalau dihitung mulai dari rame-ramenya pada work from home sekitar pertengahan Maret, sudah ada 4 hari raya keagamaan yang dirayakan secara ‘berbeda‘ karena pandemi ini. Yang pertama adalah Hari Raya Nyepi 25 Maret. Kemudian Jumat Agung 10 April, Hari Raya Waisak 7 Mei, sampai yang baru saja kemarin Hari Raya Idulfitri 24 Mei 2020. Sedih banget.

Gara-gara lebaran di tengah pandemi, ada beberapa kebiasaan yang lazim dan normalnya dilaksanakan, jadi memiliki tata cara yang berbeda. Sengaja saya tulis, untuk menjadi pengingat dan kenangan di masa mendatang kalau ternyata kita pernah berlebaran seunik ini.

Sholat Ied #DiRumahAja

Ibadah sholat ied bisa dibilang perayaan sesungguhnya dari ritual lebaran. Meskipun hukum sholat ied ini sunnah, namun umat muslim begitu bersemangat dan antusias. Tidak lain tidak bukan karena sholat ied ini hanya bisa dilaksanakan satu tahun sekali saja. Ada beberapa hal yang disunnahkan dalam sholat ied ini. Seperti misalnya tidak hanya dilaksanakan di masjid, tapi bisa juga di tanah lapang yang luas, bahkan perempuan yang berhalangan sholat pun disunnahkan untuk turut serta mendengarkan khutbah.

Sayangnya pada keadaan pandemi ini, segala kegiatan yang melibatkan banyak orang dalam kerumunan, justru berbahaya untuk dilakukan. Jangankan sholat ied yang sunnah, sholat jumat yang wajib saja tidak lagi bisa diadakan di masjid. Maka sholat ied tahun ini mungkin adalah sholat ied dengan lokasi pelaksanaan terbanyak di seluruh dunia, karena setiap rumah adalah penyelenggara salat ied.

Salat ied pada normalnya

Beruntung banyak umat Islam yang peduli dengan kenyataan bahwa tidak semua rumah memiliki anggota keluarga yang terbiasa menjadi imam dan khatib. Sehingga bersama dengan himbauan pelaksanaan salat ied dari rumah, diberikan juga panduan lengkap tata cara pelaksanaan. Sehingga setelah lebaran ini, mungkin setiap rumah punya anggota keluarga yang berpengalaman sebagai imam salat ied.

Silaturahmi Dari Rumah

Bapak saya sudah mulai mengirim ucapan lebaran sejak H-2. Pada pesan yang dikirim melalui pesan instan itu, terdapat tulisan yang dibold tentang tidak menerima tamu di rumah, dan ajakan bersilaturahmi melalui teknologi digital saja. Alhamdulillah pada hari raya dan seterusnya, rumah yang biasanya penuh tamu tak henti henti pagi hingga malam selama berhari-hari, tak ada lagi. Sepertinya pesannya tersampaikan dengan baik dan tidak ada yang ngeyel.

syawalan online bersama sebagian teman bloger ngopi

Lebaran ini juga sosial media dipenuhi foto tangkapan layar video call sebagai media silaturahmi. Kalau dulu tidak bisa saling berkunjung bisa saling memaafkan lewat chat, sekarang kalau tidak video call rasanya kurang afdhol. Begitu juga berbagai acara syawalan dan halal bihalal, beralih ke media video conference. Mungkin dulu tidak pernah terbayangkan, tapi ternyata seru juga. Aplikasi video conference menjadi dipakai dan dikenal berbagai kalangan usia.

Tidak Mudik

Perkara lebaran tidak bersama keluarga secara fisik, sebenarnya bukan hal baru bagi saya. Tapi bagi banyak orang, mungkin ini sesuatu yang baru. Yang biasanya mengisi hari-hari terakhir dengan membuat kue bersama ibu, tahun ini terpaksa berlebaran di rantau. Yang di hari raya sibuk memasak dan santap hidangan lebaran, kali ini dirayakan dengan gofood dari kosan.

Bedanya walau sama-sama tidak mudik, biasanya saya bisa merencanakan tahun ini akan berlebaran di mana. Seperti misalnya pada lebaran tahun yang saya rayakan bersama adik di Karimun Jawa, tahun ini perayaan idulfitri tidak lagi memiliki pilihan selain di rumah saja.

Kue dan Sajian Lebaran

Lebaran biasanya identik dengan kue lebaran sampai war Tim Nastar dan Tim Kastengel. Tak keltinggalan sajian khas seperti ketupat dan ubo rampenya. Tak hanya menyediakan untuk orang rumah, biasanya makanan lebaran ini disiapkan dalam jumlah besar, karena untuk hidangan para tamu yang saling berkunjung. Sayangnya lebaran kali ini karena silaturahmi dari rumah saja, maka tradisi makanan lebaran jadi perlu disesuaikan kuantitasnya.

Kondisi ini pula mungkin yang menyebabkan perhampers-an menjadi hype sekali. Nastar dan kastengels yang biasanya disajikan di meja tamu, kini dibungkus dalam toples dan kotak cantik untuk dikirim ke sanak sahabat yang tidak dapat saling berkunjung. Saya pun termasuk yang mendapat kiriman opor seorang kawan baik, setelah dia tau lebaran ini tidak ada opor dan ketupat di rumah. Pengen nangis saya tu pas nerimanya T_T

Lebaran di Tengah Pandemi Photo Session

Saya belum tau sih beberapa tahun ke depan kondisi dunia bakal seperti apa. Tapi tahun 2020 yang baru berjalan 5 bulan ini bener-bener udah luar biasa banget. Sebelumnya udah beberapa kali lihat orang-orang pada bikin photo session yang 2020 banget. Maka pas lebaran begini, saya pikir foto lebaran kali ini dibikin sekalian yang ada sentuhan tema Lebaran di Tengah Pandemi gitu lah..

Selain yang saya sebutin di atas, pasti masih ada lagi keunikan lebaran 2020 ini dibanding biasanya. Pengalaman tiap orang juga bisa saja berbeda. Tapi saya yakin kita semua sepakat bahwa lebaran di 2020 ini benar-benar tidak biasa. Semoga dengan segala keunikan dan keterbatasan kali ini, tidak mengurangi makna dan esensi dari kesucian bulan Ramadhan dan hari raya Idulfitri.

Karena itu pula, izinkan saya menghaturkan permohonan maaf atas segala khilaf dan salah yang terjadi selama berinteraksi dengan siapapun melalui media blog ini maupun media-media lainnya.

Selamat Hari Raya Idulfitri 1441 H,

Taqabbalallah minna wa minkum

10 Comments

  1. Ira Ira Mei 27, 2020

    taqabbalallahu minna wa minkum, maaf lahri batin juga Aqied

    • aqied aqied Post author | Mei 28, 2020

      Taqabbal ya kariem, terima kasih mb Ira,
      maaf lahir batin jugaa

  2. Elisabeth Murni Elisabeth Murni Mei 28, 2020

    Catatan ini, kelak akan menjadi pengingat bahwa kita pernah melewati itu semua.
    Seperti halnya tanggal 27 Mei kemarin mengenang #14thgempajogja, aku berharap tahun depan covid19 dan pandemi ini sudah berubah jadi kenangan.

    • aqied aqied Post author | Mei 30, 2020

      semoga segera cepat menjadi kenangan ya, nantinya mungkin bakal dipelajari di buku Sejarah

  3. Nasirullah Sitam Nasirullah Sitam Mei 28, 2020

    Tahun 2020 tingkat stres kok makin bertambah. Entahlah, macam gimana gitu. Maunya dengar kabar secepatnya berlalu pandemi

    • aqied aqied Post author | Mei 30, 2020

      semoga beneran segera berlalu ya, biar gak stress mungkin emang kudu bener-bener jauh-jauh dari segala yang bikin makin stress.

  4. Ikhwan Ikhwan Mei 28, 2020

    Mungkin biar ga stres solusinya dibawa hepi aja kali ya.

    Pandemik terakhir terjadi 100 tahun yang lalu, mungkin baru akan terjadi lagi 100 tahun mendatang. Kesempatan yang langka jadi saksi sejarah, kan? :))

    Setidaknya orang-orang yang berlebaran di tengah pandemi saat ini bakalan punya cerita buat dikenang puluhan tahun ke depan hehe.

    Stay safe, everyone!

    • aqied aqied Post author | Mei 30, 2020

      bener, mas. baiknya jaga suasana hati dan pikiran buat happy. kalau stress jangan lama-lama, hehehe
      Yap, semoga cerita lebaran dan berbagai hari raya lainnya di tengah pandemi ini cepat jadi kenangan dan sejarah saja, jangan kelamaan

  5. Agus warteg Agus warteg Juni 1, 2020

    Selamat hari raya idul Fitri kak, mohon maaf lahir dan batin ya.

    Iya, memang lebaran tahun ini jadi berbeda karena ada Corona, salah satunya ya tidak mudik. Jadi silaturahmi ke saudara di kampung pakai WhatsApp.

    • aqied aqied Post author | Juni 5, 2020

      Selamat Idulfitri juga, kaaak

      Iya, hari raya yang seperti ini akan jd kenangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.