Kaktus Coffee Place Jogja

Sebenarnya saya jarang ngopi-ngopi di cafe-cafe fancy. Saya lebih senang konsep-konsep coffeeshop yang homy, atau yang punya kopi enak, bagaimanapun bentuk coffeeshopnya. Pada saat-saat tertentu, saya juga suka coffeeshop yang suasananya kondusif untuk bekerja atau mengerjakan Tugas Akhir kuliah saya yang tak kunjung usai (mohon doanya ya teman-teman).

pura-pura serius garap TA

Kaktus Coffee Place ini bisa dibilang masuk kategori coffeeshop yang fancy abis. Berhubung lokasinya yang dekat dengan rumah, hampir setiap hari saya lewat di depannya sejak dalam tahap pembangunan. Ditambah lagi sebelum akhirnya opening pada 12 Oktober, saya sudah ditanya-tanya teman tentang Kaktus Coffee Place ini. Hits banget ya.

Jadilah pada hari pertama dibuka dan masih promo buy 1 get 1 (ini alasan utama), sekalian lewat saya mampir untuk menuntaskan penasaran dan menjawab pertanyaan netijen.

(more…)

Sajian Sedap dari Sekar Kedhaton Restaurant

Rupanya sudah ribuan purnama saya tidak menulis tema kuliner ya. Dengan tagline EAT, COFFEE & TRAVEL, rupanya EAT mendapat porsi yang masih kalah dibanding kategori COFFEE & TRAVEL. Maka kali ini izinkan saya mengisi kembali konten EAT dengan sajian istimewa dari Sekar Kedhaton Restaurant, Kotagede.

 

Sekar Kedhaton adalah sebuah resto dengan konsep arsitektur maupun interior khas etnik Jawa. Berlokasi di Kotagede, sisi selatan Kota Yogyakarta yang kental dengan nuansa heritage nya. Memasuki area Resto, pengunjung disambut dengan seperangkat gamelan dengan tiang-tiang hijau dan ornamen khas Jawa. Tak ketinggalan ubin berwarna hijau dengan motif klasik. Meja kursi kayu dengan penataan meja yang apik, disinari cahaya lampu yang memberi sentuhan kemewahan khas Jawa.

interior Sekar Kedhaton

(more…)

Saat Sermo Sedang Surut

Pagi itu kami bergegas ke barat saat gelap belum lagi berpamitan. Wacana kami adalah menyaksikan terbitnya mentari dan menikmati warna-warni arunika dari Waduk Sermo, Kulonprogo.

Apa daya selain berangkat yang kesiangan dan petunjuk google maps yang mengarahkan jalan memutar, langit rupanya turut sendu. Subuh itu warna kelabu menemani perjalanan kami hingga sampai di Taman Bambu Air Waduk Sermo. Sisi barat waduk, yang seharusnya menjadi lokasi terbaik menikmati sunrise.

(more…)

Aeropress Untuk Traveling?

Sebagai penyeduh rumahan yang kemampuan seduhnya segitu-gitu saja, saya juga tidak tau alasan utama apa yang membuat saya meminang Aeropress. Bisa jadi karena melihat alat seduh buatan USA ini kerap saya lihat di coffeeshop. Bisa jadi pula karena beberapa kali takjub dengan hasil seduhannya yang berbeda-beda meski menggunakan biji kopi yang sama. Dan yang terpenting, bisa jadi karena saat itu ada cashback Rp. 100,000 untuk alat ini di marketplace Otten Coffee.

‘The Best Coffee Maker I Ever Owned’

(more…)

Bertandang ke Papandayan: Danau Kawah

Saya merasa sudah cukup mempersiapkan diri saat berencana akan bertandang ke Papandayan. Informasi mengenai titik-titik populer seperti Kawah Papandayan, Hutan Mati, Pondok Saladah dan Tegal Alun cukup banyak bertebaran di internet. Apalagi pendakian kali ini rencananya tektok saja, alias Pulang Pergi langsung tanpa menginap. Tentu saya harus tau bagaimana track dan medan yang harus saya tempuh. Saya tidak ingin lagi membawa oleh-oleh berupa kaki lecet melepuh dan pegal-pegal.

dalam perjalanan tracking Papandayan

Papandayan memang dikenal dengan Hutan Mati nya yang magis. Juga Padang Edelweisnya yang manis. Cobalah ke mesin pencarian, maka foto-foto kedua tempat iconic itu akan mendominasi. Namun pada perjalanan saya kemarin, bukan kedua tempat itu yang memberi kejutan.

(more…)

Galeri: Kemarau di Semeru

Bertamu ke Semeru untuk pertama kali nya Agustus lalu, memberi banyak kejutan bagi saya. Tidak hanya rute panjang dan tanjakan aduhai yang bisa saya dapat infonya dari dunia maya. Bukan pula keindahan Ranu Kumbolonya yang termasyhur dengan jutaan fotonya yang bertebaran di berbagai situs. Tidak pula suhu dinginnya yang membekukan embun-embun di rerumputan hingga atap-atap tenda.

Baca juga  Catatan Semeru 1 : Tujuan itu Bernama Rumah 

Area Kamping Ranu Kumbolo

Ini tentang warna cokelat keemasan khas kemarau yang menyapa. Camping ground Ranu Kumbolo yang biasanya beralaskan permadani rerumputan hijau, kali ini berselimut cokelat. Hingga padang Verbana di Oro-oro Ombo yang identik dengan warna ungunya, pun terbentang keemasan.

Berikut sebagian galeri Semeru kala Kemarau.

(more…)

Packing Minimalis Untuk Traveler Berhijab

Bagi tukang main yang berjilbab seperti saya, packing minimalis agak-agak tricky. Untuk outfit saja pasti tidak bisa sepraktis bawaan yang non hijab. Celana/Rok harus yang panjang, baju atau atasan harus panjang pula, plus bawa jilbab pula. Satu stel baju lengkap, sudah satu tumpuk sendiri. Nah bagaimana kalau bepergiannya berhari-hari? Baik  weekend escape maupun seminggu hingga sepuluh hari, bawaan saya biasanya tidak terlalu beda jauh.

Berikut sebagian tips packing yang biasanya saya terapkan saat bepergian.

(more…)