Air, Ombak, Langit, Angin terbaik

image

papua selalu membangkitka rindu bagi saya. sekian lama tak mwnengok sejak saya pergi 2001, pada ramadhan 2010 saya berkesempatan berkunjung lagi di Sorong.
satu transportasi favorit saya adl transportasi laut dg tarif seperti angkot. Yap dengan Rp. 2,500 kita bisa nyebrang ke Pulau Dom. saya gak yakin semua atlas menampilkan pulau tersebut di peta mereka.
kapal/boat ini dikenal dengan nama JONSON. entah ejaan yg benar bagaimana. boat ini menempuh skitar 30 menit sampai tujuan. untuk sekali jalan layaknya angkot ya ngetem dulu sampe penuh. bedanya dengan angkot, boat ini gak nurunin atau nampung penumpang di tengah jalan. hehe, soalnya belum pernah tau sih ad yg nyetop angkot ditengah laut.

image

saya sempat ambil gambar di dalam Jonson. juga sempat keluar sebentar berfoto di ujung boat. sensasinya mantap. buat yang jarang2 ketemu pantai, 2500 rupiah terlalu murah.
Rata2 Jonson dimotori 2 motor biasanya merk Yamaha. jadi ya kaya membelah laut gitu kalo lihatnya ke belakang. sayang Jonson saat itu penuh shg saya tdk bisa leluasa mondar mandir.

Ombak, Air Laut, Angin, Langit, semua yang terindah yang bisa didapat……

ah, apa sih di Papua yang gak bikin kangen……

Foto: Laut di antara Sorong dan Dom
Tahun: 2010

sodara kembar

image

akhir akhir ini lagi seneng nerusin hobi lama. foto montase kalo gak salah istilahnya. nggabungkan beberapa foto menjadi 1 gambar.
berhubung perangkat saya hanya phablet dg prosesor ICS, dan saya lumayan katrok ttg aplikasi foto editor,, tema foto saya seputar sodara kembar.
foto di atas salah satu contohnya.
berikut formula untuk foto tersebut

image

dan satu lagi

image

yah namanya juga aplikasi alat dan waktu terbatas. jadinya cuma nggabungin 2 gambar sederhana jd satu gambar sederhana juga.

location : Eposs Jombang
camera & editor by Picopad GEA

19 berlalu

19 lewat sudah,

19 lalu sudah,,,

adakah yg tersisa…..?

adakah yang membekas…..??

19 tahun ku tak sungguh sungguh mencari

19 tahun ku tak sungguh sungguh menggali

wajar tak ku jumpa obat hati

wajar jika hanya kutemu mimpi…

19 masa kulewati dan kurasa,  sepi….

19 tahun kujalani dan kudapat, sunyi….

padahal ku tak tau,

dan tak pernah tau,

berapa masa kan ku lalu….??

berapa lama jatuh tempo-ku

tuk tak lagi sekedar bertemu sepi

tuk tak lagi tertipu bias

tuk tak lagi menambah hitam….

izinkan ku bangkit

hidupkan asa yang sempat mati

siapkan raga tu tempa diri

hingga ku temu daya & energi

tuk berlari tunaikan janji,,,,

tak lagi tenggelam dalam picisan

tak lagi hanyut dalam permainan

19 lalu tlah pergi

19 kemudian tlah menanti,,,,

Khoirunnas man Thola umruhu wa hasuna amaluhu…….

4 februari 2010, 05.32 [email protected]

TEMILNAS FoSSEI 2010

assalamualaikum wr wb

berikut info TEMU ILMIAH NASIONAL IX 2010 oleh Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (TEMILNAS 2010 FoSSEI).

info dapat di download lewat link-link berikut:

Proposal TEMILNAS

Teknis LKTEI

Teknis olimpiade

sekedar tambahan, kami sertakan juga soal soal TEMILNAS-TEMILREG Jogja terdahulu, semoga bermanfaat.

Soal Olimpiade TEMILNAS 2008 UGM

PenyisihanTEMILREG Jogja 2009

TEMILNAS 2009__Soal Babak Penyisihan Sesi I – Multiple Choice

TEMILNAS 2009__Soal Babak Penyisihan Sesi II – Jawaban Singkat

tambahan:

KEWAJIBAN PESERTA TEMILNAS IX

1. Mengisi Formulir Pendaftaran

2. Membawa surat keterangan utusan dari universitas yang disahkan oleh rektor atau dekan.

3. Membawa surat Mandat bagi utusan KSEI.

4. Menyerahkan Pasphoto 3X 4 = 2 lembar

5. Membayar Kontribusi Peserta Rp. 300.000,-

info lengkap: http://temilnas-fossei2010.blogspot.com/

sekian,

wassalamualaikum wr wb

 

 

PS: berhubung ini posting sudah lama sekali,,, bagian lain sudah tidak berlaku yaa

Sebuah cerita biasa…

Aku ingin bercerita padamu, kawan

Sebuah kisah yang sangat biasa dari seseorang yang biasa…

Ia seorang perempuan. Kehidupannya sangat biasa, tidak ada hal istimewa yang harus diagung agungkan darinya. Ia hanya potret seorang perempuan diantara jutaan perempuan di dunia.

Kala itu ia masih berusia remaja. Katakanlah 17 tahun. Masa dimana suasana hati anak seusianya berbunga-bunga. Tahukah kau, apa yang dia rasa? Tidak ada.

Dia memposisikan semua temannya sebagai “teman” dan tidak merasa terusik dengan itu.

Tidak ada yang istimewa, karena ia ingin memiliki banyak teman…

Sempat beberapa mendapat tempat istimewa, tapi kemudian berlalu tanpa beban…

Ia tak peduli dengan kawannya yang mulai merasakan bunga bunga,,

Ia tak ambil pusing dengan cerita kawannya tentang indahnya berbagi,,,

Ia bahagia dengan keadaannya,,

Dan tak pernah berusaha mencari seseorang istimewa,,,

Ini hanya kisah biasa dari orang biasa,,,,

Kala itu usianya jelang 18 tahun.

Ia mulai memasuki kehidupan yang baru.

Keluar dari ruang aman dan menghadapi kehidupan sesungguhnya.

Tak jelas apa yang di depan matanya,

Hingga beberapa kali ia bergerak tak tentu arah.

Plin plan, kata orang…

Ia belum punya tempat berpegang…

Ini kisah yang sangat biasa..

Keluar dari lingkungan amannya, ia ingin kembali..

Tiba tiba sesuatu yang lain tumbuh dalam dirinya..

Sekian lama tak bertegur sapa, membuatnya takjub saat sapanya hadir.

Seseorang biasa tiba tiba menjadi sedikit berbeda di matanya.

Tiba tiba, sapanya menjadi berarti,,

Teguran tak penting menuntut tanggap,,

….

Kisah ini sungguh biasa,,

Sekian lama rasa itu tumbuh,

Mengalir  tanpa pernah beriak atau membadai..

Dinamis yang statis..

Perempuan ini diam, tak pernah memberitahu siapa.

Tak seorangpun tau.

Tidak seorang istimewa itu,

Tidak kakak adiknya,

Tidak orang tuanya,

Tidak kawannya,

Tidak kawan seorang istimewanya itu,

Tidak pula kawan keduanya…

Ia menyimpannya dalam diam..

Bahkan mungkin rasa itu lebih dulu datang sebelum disadarinya..

Ia diam tak pernah mengharap lebih

Tak pernah menuntut balas

Dan tak pernah menampakkannya…

Ia diam,

Sebagaimana diamnya tak mengharap apa apa…

Tak pernah menuntut tau,

Apakah berbalas,

Apakah seorang istimewa itu mengistimewakan ia juga…

Ia diam, bahkan pikirannya pun tenang,,

Hampir hampir tidak ada waktu dihidupnya yang terbuang sekedar memikirkan seorang istimewa itu..

Namun rasa itu tetap mengalir..

Tanpa gejolak,

Tanpa menuntut tanggap.

Ah, kisah ini sungguh biasa.

Masihkah kau mau mendengar, kawan…?