Surat Cinta dan Perjuangan

Repost twit galau

@aqied: Gonna hug my Mom, count down n now less than a month to make it real…
@aqied: 24 November. Semoga bisa cuti 25 November. Demi hari kedatangan Ibu….
@aqied: Dulu sejak SMP-SMA, walo jauh dr ibu n gak tiap taun bisa ketemj, g sampe nangis2 kangen. Sekarang ud ‘gede’ malah kerasaa bgt pgn dket ibu
@aqied: Sekarang Ibu sama Bapak berdua aja di rumah. Beliau berdua rajin kirim update info apa aja disana via Whatsapp. Thanks to Nokia …..!!!
@aqied: Bahkan lucunya bapak pernah kirim foto zaman bapak masih 20an di papua sana. Ampuh bikin kita inget gmn kerja n karya beliau di usia muda
@aqied: Ketika kami sudah gede juga, bapak ibu ke jawa dg membawa sekian kilogram kertas2. Ternyata surat2 beliau berdua waktu LDR Jawa-Papua 90-94
@aqied: Jadi bapak n ibu memang tidak banyak bercerita. Kami bisa baca sendiri di surat dg tulisan tangan beliau berdua selama 5 tahun itu
@aqied: Bisa ditebak, hampir selalu saya tdk bisa menyelesaikan membaca. Mata saya terlalu cepat berair, nafas saya tersengal & pandangan saya kabur
@aqied: Cerita yg lengkap. Komplit. Bahkan slalu ada update pertumbuhan saya (tahun 90 saya masih bayi), juga kakak saya.
@aqied: Di lembar terakhir surat, biasanya bapak mengajak saya ngobrol. Setengah halaman folio beliau khusus tulis surat buat saya.
@aqied: Bapak menuliskan surat untuk saya yg selalu dibacakan ibu pada saya yg bahkan belum tau apa itu kertas. Apa itu huruf.
@aqied: Selain saya, Bapak jg nulis buat kakak saya. Tidak jarang kakak sy bikin surat balasan. Entah puisi, cerita sehari2, ato skedar koreksian PR
@aqied: Terimakasih buat yg bersedia membaca twits saya. Jika mengganggu bsa abaikan atau unfol. Jika menyimak, mohon maaf sy tdk bisa teruskan
@aqied: Surat surat ibu bagi saya lebih “mbrambangi”. Setiap tumbuh kembang saya terdokumentasi apik dalam tulisan tangan beliau yg rapi
@aqied: Betapa merepotkannya saya di masa kecil. Betapa saya belajar banyk dr kehebatan Ibu mengurus saya yg aneh, susah diatur, & kdg “misterius”
@aqied: Kadang surat ibu sedikit berantakan, karna di tulis malam hari sambil menidurkan saya,  sepulang mengajar di salah satu SMA kota Solo
@aqied: Saat itu kalo gak salah hitung di tahun 90 usia Ibu dan Bapak saya belum 30 tahun. Bapak masih 27 tahun.
@aqied: Menjelang lulus kuliah 2011, saya sempat iseng tanya ke ortu “kalo aku balik ke papua gmn?”. Jawabannya “ngapain balik?”
@aqied: Saya pasang jurus yg biasanya dikeluarkan anak2. “Buat temen bapak sama ibu, “, beliau tertawa dan intinya gak stuju dg permintaan saya
@aqied: Jadilah sekarang Bapak Ibu berdua di rumah hijau Papua. Saya percaya Alloh menjaga keduanya. Setidaknya begitu yg selalu ad dalam doa saya
@aqied: Terimakasih buat yg bersedia membaca twits saya. Jika mengganggu bsa abaikan atau unfol. Jika menyimak, mohon maaf sy tdk bisa teruskan
@aqied: Mata saya sudah terlanjur “mbrambangi”. Pengen nge whatsapp ibu, tp di WIT sudah hampir jam 1 pagi

Raja Ampat tidak Melulu Laut

image

Siapa tidak kenal Raja Ampat. Jika Franky Sahilatua sempat menyebut Papua sebagai Surga Kecil jatuh ke bumi, sungguh benar adanya. Bahkan saya koq yakin Franky membuat lagu itu sebelum mengenal Raja Ampat.
Raja Ampat adl Kabupaten kepulauan hasil pemekaran DATI II Sorong. Dengan usianya yang masih muda ini, banyak sekali pembangunan yang sedang berlangsung. Tim Kemen PU punya banyak PR untuk surga kecil kita ini.

image

Sudut foto dr teras kantor Kemen PU Raja Ampat, jelang 17 Agustus

Sebagaimana namanya, Raja Ampat menyebut dirinya sebagai Kabupaten Bahari. Setuju banget sih, siapa yang masih mau membantah indahnya kekayaan bahari Raja Ampat? Apalagi memang kabupaten ini terdiri dr gugusan pulau pulau.
Saya bersyukur diberi kesempatan Tuhan untuk tak henti berdecak kagum dan terbengong takjub menginjak kedua kaki saya di wilayah ini.
image

Tidak perlu membayangkan saya blusukan mencari keindahan yg ditawarkan disini, karna sesungguhnya saya menginjak tanah dan laut Raja Ampat kurang dari 24 jam. Waktu yang terlalu singkat. Anda bisa simpulkan sendiri bahwa pastinya saya baru sampai di EMPERAN belaka.
Ah, tapi tak apalah. Siapa yang meragukan emperan Surga?
Bicara pesona air dan bawah air raja ampat tidak pernah bisa habis. Seperti yang disampaikan Tuhan, takkan habis Kuasa dan Nikmat Nya jika kita sebagai manusia berusaha menghitung. Anda bisa dapatkan banyak sekali referensi menarik hanya dengan mengetik keyword “Raja Ampat” di segala search engine.
Karna itu, saya mau cerita sedikit saja. Skedar menambah informasi sisi lain dr Raja Ampat yang tidak harus ‘basah’.
image

Saya tiba di Waisai, ibu kota Raja Ampat pukul 5 sore WIT. Dijemput di Port of Waisai dan dengan berkendara Strada, kami diajak mampir santai sore di Pantai WTC, singkatan dr Waisai Torang Cinta.
WTC yang ini menurut saya cukup ramah untuk santai sore. Saat itu sekelompok anak muda sedang bermain bola di bawah landmark “Kabupaten Raja Ampat”. Di sisi lain ada yang sekedar mengobrol.

image

Saya dg latar belakang Pantai WTC

Saya dan Qolbi (kakak saya), apalagi kalo bukan terbengong bengong dan berusaha mendokumentasikan sejauh yg bisa diabadikan kamera ponsel kami.
image

Tarif? Oke saya tidak perlu cerita tarif. Karna disini Anda tidak perlu buka dompet atau rogoh kantong. Bahkan untuk parkir sekalipun. Tapi memang fasilitas pendukung sebagai tempat wisata bisa dibilang tidak ada.
image

image

Qolbi, strada merah, plat merah, jaket merah

image

image

Usaha cari sinyal buat check in 4sq, hahaha

Bagi saya ini benar2 tempat untuk santai sore. Benar2 santai. Perjlanan pulang dari sini, kami melewati pasar. Benar2 melewati karna kami memang tidak berniat berbelanja dan maghrib segera datang.
image

Sebenarnya sapaan pertama selepas meluncur dr Port of Waisai ada di kanan Anda. Yap Masjid Agung Waisai (atau mgkn Masjid Raya Raja Ampat, saya lupa namanya dan memang blm ad papan namanya). Cerita yg saya dengar sekilas dari kepala PU, area masjid ini akan digunakan untuk seleksi MTQ tingkat Propinsi Papua Barat. Memang masjid ini masih tahap pembangunan.

image

Selasar dr bangunan utama ke tempat wudhu

Alhamdulillah, saat maghrib datang kami sempat menikmati sujud di sini. Masjid ini memang masih dalam masa pembangunan. Kondisinya (Agustus2013) masih belum terlalu ready dan sedikit kurang rapi (ada bahan2 n alat2 bangunan karna masih proses,) , namun cukup nyaman bagi kami.

image

Tampak depan

image

Teras

image

Tempat wudhu perempuan

Siapa sangka di Tanah Papua, jatuhnya Surga Keçil, Rumah Tuhan ini yang menyapa kami.
Saya sempat melihat rancangan (gambar arsitek) Masjid ini dan kompleks nya (cukup luas). Sayang sekali karna kami sholat maghrib disini, hari sudah terlalu gelap dan penerangan yg ada tidak cukup untuk menggambarkan masjid luar biasa ini ke dalam kamera ponsel.

Di kota kita mengenal balaikota, di desa ada balai desa. Di Raja Ampat, Waisai tepatnya punya yang dinamakan Gedung Pari.
image

Bagi saya selain bentuknya yang unik, letaknya juga tepat. Terletak cukup tinggi dibanding kantor2 pemerintahan lain, kami bisa melihat jiwa ke-pari-an nya dr sepanjang jalan utama. Bangunan inti yg cukup lebar, dengan buntut panjang.
image

image

Selain itu, dari halaman gedung ini, kita bisa melihat Waisai dan sebagian Raja Ampat.

image

Cucok buat duduk galau, walo panas2 sekalipun

Saya membayangkan jika malam, mungkin lebih indah dr bukit bintang nya Jogja. ;p

image

Nyolong jepret Bapak dan Qolbi yg lagi melayang pandang Kota Waisai from top

Saya yakin sekali gambar gambar hanyalah segelintir kecil dr indahnya ciptaan Tuhan yang terlukis di sana. Apalagi dg tambahan objek gembel berjaket merah yg mungkin merusak mata Anda. Hehehe,,,
Anyway, tetap saya katakan yang terbaik dr raja Ampat tetaplah Lautnya.
Namun sesekali tidak harus basah tidak masalah, bukan?

Omah Sinten Heritage Hotel, Is it anyone's home?

Suatu hari saya tertarik dengan suatu even yg bisa dibilang cocok dg bidang saya. Even ini diselenggarakan secara Roadshow di beberapa kota sejak 2012. Sayangnya karena terpenjara jarak, meski tertarik saya blm kesampaian ikutan. Minimal penggembira lah yaa, sambil nunggu nunggu kira2 kapan roadshow nya nyampe ke kota yg jarak tidak menjadi masalah buat saya.

image

And……
I got the good news.
Oktober ini, kota tujuan roadshow ad di 3 kota terdekat saya. Solo, Semarang dan Jogja.
Pertama baca, saya gak tau alamat lokasi Solo, tertulis “Hotel Omah Sinten Jl Diponegoro Ngarsopuro”. Seperti biasa klo gak tau, rajin2lah bertanya. Kalo kenal ungkapan “googling bfore asking”, saya pun penganut kepercayaan tersebut. Berawal dr mencari route, saya ‘kesasar’ dg penuh cinta ke halaman web nya.  Jg web-web wisata yg merekomendasikan hotel tersebut.

Then…….
Keputusan mutlak saya langsung turut beserta restu terdalam dr lubuk hati tanpa kontroversi. Mengesampingkan faktor tempat tinggal saya adl Jogja. Baru dpt judul “Omah Sinten Heritage Hotel & Resto” aja saya sudah penasaran.
Datanglah hari itu…

image

“Wilujeng Rawuh tamu: Masyarakat Ekonomi Syariah” Do they need any Doorman?

 

Letak omah sinten bagi saya sangat menyenangkan. dekat sekali dengan Jl Slamet riyadi meski bukan di pinggir jalan Slamet Riyadi yang merupakan jalan utama kota Solo.

image

Parkir Sepeda Motor saya, lengkap dg jaket merah identitas nggembel saya

 

image

Berasa rumah sendiri, langsung dipersilahkan masuk

Begitu sampai, saya langsung berkesimpulan bahwa hotel yang satu ini mungkin tidak memerlukan Door-man, ????

Selanjutnya saya mengikuti kegiatan sampai sore. Waktu istirahat saya gunakan untuk nyolong-nyolong foto sedikit sejauh yang terjangkau oleh saya dengan kamera minimalis.

Ternyata Hotel ini cukup populer. Lihat saja papan-papan testimoni yang menggantung memenuhi dinding belakang ruang acara saya. Bahkan Coboy Junior pun berkomentar,,, ????

image

masih ada satu dinding lagi yg penuh testimoni seperti ini

 

image

Pojok kanan, kerjaannya Bastian DKK

 

saya makan siang di Lt 2 , sayang saya tidak sempat intip nama ruangan yg saya pakai makan, saya merasa semacam di dalam Cinema Room. Ruangannya remang2 dengan alat makan yg menyeret kita ke jaman Agung Sedayu. Di dinding yang bersebrangan dengan meja2 prasmanan, kami disuguhi tampilan video komersil omah sinten. sempat hinggap di telinga saya bahwa Omah Sinten menggunakan barang2 daur ulang untuk properti mereka, hhmmmm inspiring….

image

Tempat Makan siang, remang2

 

image

Wastafel Horror di toilet Lt 1

 

Jelas sekali foto yang berhasil saya tangkap gak cukup menggambarkan Omah SInten seutuhnya. Anda bisa lihat sampai puas di lokasi langsung, atau kalau sekedar foto, kenapa tidak berkunjung saja ke web resminya?

Saya hanya merasakan ambience yang menenangkan, membuat saya relax meski materi cukup serius harus saya telan seharian. sebagian jepret amatir saya ada di instagram http://instagram.com/aqied

Omah Sinten membuat saya ingin kembali, mencicipi begitu banyak yang terlewatkan, menyesap tenang dan melemaskan syaraf syaraf saya yang sering menegang.

Mungkin itu makna di balik nama “Omah Sinten”, we couldn’t answer The Sinten, cause it could be home to anyone, cause anyone could feel home in it, of course if u pay the price, hehe

Cacatan Mr Plate

iseng2 “muraja’ah” akun facebook sendiri, n nemu note yang ku tulis sekitar 2009-an

fiksi yang gak istimewa mungkin, tp cukup membuat saya mbrebes mili kebawa nostalgia.

Imageberikut:

Plate aT ngRuki

June 22, 2009 at 11:23pm

besok adik aku udah mulai liburan sekolah,,
harusnya aku yang njemput,,
tapi berhubung kuliah padat n ada kakak baek hati (ralat: yg sedang baik hati), gak jadi ke pondok deh,,,
ingat pondok,, terlalu banyak lagi kenangan tergambar…..

sedikit fiksi yang biasa banget, sekedar membangkitkan kembali memori 6 tahun perjalanan di PONDOK PESANTREN ISLAM ALMUKMIN NGRUKI SUKOHARJO SURAKARTA, kompleks DARUL HIJROH

HANYA FIKSI BIASA

horee………
Akhirnya ada juga yang beli aku. Setelah sekian lama nongkrong dalam penantian panjang di supermarket yamg sumpek dengan AC, sekarang, bisa juga aku menghirup udara bebas. Btw, siapa ya makhluk manis yang udah berniat mau manfaatin aku?
“haai, Ida…dari mana?”
0w…ternyata nama bossku tuh Ida, sodara-sodara……
“nih, abiz belanja di Carrefour, lantai satu. Kamu dari mana,Ta?” kayanya tuh suaranya majikanku dweh
“o0.. kalo aku sih abiz nemenin tanteku belanja juga. Tapi malah ditinggal pulang. Lagian sepupuku tuh cengeng banget gitu deh, ngambek minta pulang, jadinya aku sendirian deh…” woi..! kalo ngomong gak usah kaya mobil balap donk, gak pake rem lagi.
“kebetulan neeh. Pulang bareng yuuk. Bentar lagi dah jam 5 tuh. Keburu gerbangnya di tutup.”
Lho? Aku jadi gak paham deh. Emangnya bossku ini tinggal di Rutan ya? Kok pake ada gerbang-gerbangnya segala? auk ah, gelap. Ntar juga tau…
***
Akhirnya sampai juga….
Ssst, ternyata Ida, majikanku and Dita, temennya gak tinggal di Rutan, tapi kalo gak salah baca, tadi ada tulisan “PONPES DARULHIJRAH” gitu di depan gerbang. Berarti aku sekarang ada di Pesantren donk…!?
Oh, No….!
Kalo begini sih, mana bisa aku ngerasain meja mewahnya kitchen set. Apalagi makanan–makanan mahal and enak. Boro-boro mau nikmatin meja makan mewah, nikmatin meja biasa aja kayanya juga gak mungkin deh. Tambah lagi, kata temen-temenku, makanan pondok tuh gak ada yang enak. Yang ada juga bikin eneg. Pupus sudah semua mimpi-mimpiku..hikz…hikzz..hikz…
Aaaaah….! Pusing! Kenapa aku harus ada di sini? Padahal kan aku piring yang cantik. Lumayan mahal lagi, pokoknya termasuk highclasslah. Kok malah dapat tempatnya di sini sih? Apa udah gak ada tempat yang lebih bagus ya, buat aku???? Jadi pengen ngamuk nich… tapi gimana caranya y, biar majikanku ngerti kalo aku gak suka tinggal di sini? Mau ngambek aja gak bisa, apalagi mau ngamuk? Gak ada yang denger deh. Gini nich susahnya jadi makhluk yang gak idup. Gak bisa bebas berekspresi. Huh..!! bête deee
***
Hoahm…..
Udah pagi ya? Pada ribut-ribut apaan seeh?
Ow, ternyata udah waktunya sarapan. Berarti, mungkin sebentar lagi, aku akan memulai tugas perdanaku dunx? Jadi deg-degan nee. Kira-kira seperti apa ya rasanya jadi piringnya bossku sekarang? Tapi, mana Ida? kok Ida belum keliatan ya? Emangnya dia nggak sarapan?
“Da, katanya kamu abis beli piring ya? Kamu taroh di mana?”
Itu kan suaranya Dita? Ngapain dia nanya-nanyain aku? Jadi Ge-eR.
“tuh, di rak piring, yang warnanya ijo” ow, kalo itu sih suaranya boss-ku.
“aku ambil makan ya..!!!”
“wuut..” tangannya Dita ngeraih aku. lho? Lho? Kok aku malah diambil ama Dita sih? Kan aku piringnya Ida? Mau dibawa kemana nee?
“desy, dah makan belom? Aku ambilin skalian yaw?”
Idih, Cuma bawa piring satu aja, nawar-nawarin. Piring pinjeman lagi. Jadi tambah heran deh ma idupnya makhluk-makhluk idup ini…???
***
Ya ampyun…
Maruk amat sih, ne Dita. Gila aja, porsinya dia tuh dah kaya buat orang empat. Liatin aja nasinya sampe menggunung gitu. Padahal, boss-ku aja belon maem. Jangan-jangan bos-ku dan temen-temennya ini emang kumpulan makhluk maruk? Hi…serrem….atut…
“segini, cukup gak ya?” Dita ngomong sendiri tuh.
“ CUKUP BaNGET KALEE….” aku dah teriak-teriak gini, percuma aja, dia gak bakal denger.
“kayanya cukup deh. Ntar kalo kurang, tinggal nambah lagi” idih, nanya sendiri, jawab sendiri. Kayanya emang ada yang gak beres deh, ama ni anak. Kurang? Emang porsi dia segede apa sih? Tambah heran aja deh..
“ Ida, Desy, Selly… sarapan yook…!”
Lho? Kok ngajak-ngajak? Dita kan cuma ngambil makan satu piring? Truz? Ngapain ni? Kok pada ngerumunin aku?
Oopz… ternyata mereka makannya bareng-bareng ya? Pantesan ngambilnya banyak banget. Waduh… masa sih piring sekecil aku buat makan empat orang? Kenapa mereka gak pake piring sendiri-sendiri aja?
“eh, PRnya Pak Leo yang nomer 3 tuh gimana sih? Kok aku cari di buku gak dapet ya?” ni suaranya boss-ku
“ooh, yang sampel bioteknologi terbaru ya? Itu sih aku udah” kalo ini kayanya yang namanya Desy deh
“mang kamu dapet dari mana?” bosku lagi?
“itu sih adanya di catatan. Pas beliau nerangin gitu…” kalo ini suaranya Dita
“hihihi, pantes aja aku gak tau” jawab boss-ku sambil cengar-cengir. “maklum…” sambungnya lagi senyam-senyum.
“ kamu sih, kalo pelajarannya Pak Leo Mulyono tidur mulu..”
“huu…!!!” Waduh, pagi-pagi gini bosku udah kena semprot
“hwehehehe….”
“wakakaka….” Bahagia amat, ya mereka ketawanya?
“e, iya. btw, kemaren kamu abis dijenguk kan? Dibawain apa aja?”
“ooh, itu. Diajakin jalan-jalan doank..”
“kemana aja?”
“asyik donk,… kok gak ngajak ngajak? Hehehe..”
“Bla..bla..bla..”
“blu..blu..blu..”
“ble..ble..ble..”
“hwahaha….”
“hihihi…..”
Aduh, ketawa lagi. Mereka keliatan bahagia banget sih? Jadi iri dee…..
***
Hari ini, Ida sendiri yang nenteng aku buat ambil jatah makan. Ida ne ramah banget. Semua orang yang dia temui sepanjang perjalanan dari kamar ampe ruang makan, disapa semua. Sambil senyam-senyum lagi. Kesambet apaan sih? Kok ramah banget.
“Ida….!!!”
Kayanya ada yang manggil boss-ku.
“yupzz…Wazzup…??” ZWIING….! Reflex bossku muterin kepalanya
Rupanya ada yang manggil dari kamar yang barusan kita lewatin.
“sini bentar, aku habis dapet lauk nee dari ortu. Ada rendang merk cinta Ibu. Hehehe…nih, ambil sendiri!”
“wow.. asyik…makacih…silmy…sering-sering ya…hehehe” wow, aku dikasih rendang. Tapi itu kan dikit banget. Masa di bagi-bagiin sih buat smua orang lewat? Tambah heran aja deee. Kok pada baik hati amat ya? Cuma punya dikit, tetep dibagi-bagi.
?????
***
Gak kerasa udah sebulan aku “mengabdi” jadi piringnya Ida. Opz, ralat, piringnya Ida dkk. Soalnya, yang ikutan make kan gak cuma Ida. Hehehe… kayanya semua temen-temen sekelas bahkan seangkatannya Ida udah pernah make aku deh. Aku sampe gak ingat siapa aja mereka. Banyak banget siih. Dan akhirnya aku mulai ngerti keanehan-keanehan Ida dan teman-temannya. Mulai dari makannya yang rame-rame, saling berbaginya walopun cuma dikit yang nunjukin kalo kebersamaan mereka tuh kental banget.
Ngomong-ngomong kebersamaan, aku jadi terharu ama kejadian kemaren. Sore itu, Fia, the girl next doornya boss-ku alias tetangga sebelah kamar, sakit. Truz gak mau makan gitu deh. Padahal kan aku udah berusaha ngasih senyumku yang paling manis dari bangsa piring. Tapi tetep aja Fia gak tertarik. Dibujuk pake apa aja tetep gak mau. Aku pikir, mereka bakalan bete dan akhirnya nyerah. Tapi ap yang terjadi, sodara-sodara?
Ternyata mereka rela-relain buat mbeliin makanan kesukaannya Fia, yaitu ayam tulang lunak, itu lho, ayam yang tulangnya bisa dimakan. Dan akhirnya, Fia mau makan deh. Padahal setau aku, ayam goring jenis itu paling murah 15000an. Kok pada baik-baik banget ya…
Jadi terharu…………^_^
***
Hikz…hikzz…hikzz…hikzz
Sedih banget nee. Sebentar lagi, Ida dan teman-temannya mau lulus. Itu berarti, aku gak bisa nemuin kebersamaan yang seru banget seperti yang pernah aku rasain disini. Kapan lagi aku bisa dipakai buat makan rame-rame. Kapan lagi aku bisa jadi meja diskusi buat forum debat mereka tiap makan. Kapan lagi aku dengerin obrolan santai yang bukan ngegosip. Kapan lagi aku dipake buat mbujuk orang sakit biar mau makan. Kapan lagi..?
Hikz..hikz..hikz…
Sekedar pemberitahuan ne, temen-temenku disini, yang sesame bangsa piring juga sedih lho. Mereka udah pewe banget tinggal di sini bersama bossnya masing-masing. Jadinya, semaleman kita ngadain acara perpisahan juga. Gak kalah haru deh, ama acara salam-salamannya Ida dan temen-temennya dengan seluruh penghuni ma’had, dalam rangka permintaan maaf ke seantero penghuni asrama.
Denger-denger dari cerita temen-temenku, tradisinya disini, piring-piring tuh jarang banget, bahkan hampir gak ada yang dibawa pergi ama yang punya. Kebanyakan dari mereka ninggalin piringnya gitu aja, katanya sih, buat peninggalan untuk adik-adik kelas.
Huaa…. Jadi semakin sedih aja. Aku gak mau dipindah tangankan ke orang lain yang gak aku kenal. Pokoknya GAK MAU. Pokoknya aku mau protes kalo sampai aku gak dibawa pergi juga bareng boss-ku. Awas aja!!!
***
Malam ini, ida dan temen-temennya makan bareng untuk yang terakhir kalinya. Dan aku merasa sangat terhormat karena aku diikutkan dalam acara ini. Dan mungkin ini juga terakhir kalinya aku menemani mereka makan. Yang gak aku duga, kali ini mereka nyiapin menu dan hidangannya rame-rame juga. Alias masak bareng-bareng. Ini yang aku gak tau. Karena setau aku, hampir semua anak asrama tuh gak bisa masak, secara kan dah difasilitasi. Tapi ternyata bos-ku beda. Jadi tambah gak pengen pisah.
Tes…!
Wow.. aku kena tetesan air mata ne. mentang-mentang makanannya udah habis ya, terus aku dijadiin tadah air mata gitu!? Huh, ngajak berantem aja. Siapa sih?
O, ow… tiba-tiba aja marahku hilang. Gimana mau marah, kalo suasananya lagi mengharu biru gini. Dimana-mana pemandangannya cuma orang nangis. Yah, aku maklum lah, namanya juga mau pisah setelah sekian lama ngerasain kebersamaan.
Aduh, jadi gak tahan pengen nangis juga…hikz..hikz..hik…
***
“iya, mba, nama saya Ida. Barang-barang saya dibawa masuk sekarang, boleh??”
“O, iya, silahkan…”
“udah tau kan kamarnya?”
“sini, mba bantuin bawanya”
“ini kamarnya mba’ Ifah, kalo ini mba’ evi, trus yang itu kamarnya mba’ asti. Nah, kalo yang di depan itu…..”
Aku udah gak denggr lagi apa yang diomongin teman barunya Ida di lingkungan barunya. Yupz, sekarang aku udah di lingkungan baru, lingkungan mahasiswa. Beruntungnya aku, Ida masih bawa aku ke tempat barunya, gak jadi pisah deh. Hehehe…tapi apa masih mungkin ya, aku nemuin kebersamaan seperti temen-temennya Ida yang dulu??
Ayolah, Mr.Plate, mulai aja, hidup barumu di lingkungan yang juga baru.
lihat, dengar dan rasakan……

**cerita ini hanya fiksi biasa, kesamaan nama, tokoh dan cerita murni dri ide si penulis
tidak dengan kesengajaan atau tujuan tertentu
karna ini hanyalah fiksi biasa yang rampung kurang dari 90 menit,,,

ImageSource:

https://www.facebook.com/notes/aqida-shohiha/plate-at-ngruki/200484180653 (part I)

https://www.facebook.com/notes/aqida-shohiha/plate-at-ngrukiy-part-ii/201508000653

I am moving on…. ;)

dari akun mikroblogging @aqied,,,

 

Juli ini berapa kali pindahan?

 Pertama, pindahan buat persiapan terbang mudik ke papua via Surabaya, Nyicil dr jogja tgl 6-7 Juli

 

Ternyata tgl 11 malam dapat instruksi promosi ke Jawa Tengah start 22 Juli. Baiklah 13-14 malam nyicil mindahin barang dr Jatim ke Jogja.

 

16 Juli pagi, dpt undangan resmi serah terima Kantor di KaCab Syariah Jogja untk 17 Juli. Skalian efktif promosi di Jateng. Means, dpercept

 

16 Juli office-hours sleseiin smua urusan. Malam packing n brangkat dr Jatim ke Jogja. Pindahan bneran. Sampai Giwangan 23.00

 

17 Juli pagi, Coaching Clinic n Serah Terima kunci Kantor baru di KCS Jogja. Siang brgkt ke Kantor baru di Klaten

 

17 sore sampai di R.dinas Klaten. Buka puasa, check kantor n rumah

 

17 malam dijemput n balik ke KCS. Saya ngajukan balik karna kondisi saya n rumah tinggal blm siap. 23.00 sampai di KCS Jogja

 

18 pagi, dr Jogja siap pindahan bwt ngantor n tinggal di R Dinas klaten.

 

19 sore dpt kabar kalo rumah tinggal sya di jogja tdk bsa perpanjang kontrak. Max smp 11 agust

 

20-21 nyicil beberes di Rumah tinggal Jogja bareng kakak n adek. Smbl cari2 alternatif rmh tinggal baru

 

22-24 ikut Training dr Kantor di UC Hotel UGM

 

24 dpt kabar sdh dpt tempat tinggal baru. Pulang training nyicil persiapan ke Klaten

 

25-26 ngantor n tinggal di Klaten. 26 sore ke airport urus ubah rute n tanggal pnerbangan ke Papua. (tdny ud beli tix ke Papua via Juanda)

 

27 pagi td packing komplit buat pindahan. Jam 15.00 resmi ngosongin rumah lama selesai pas adzan maghrib

 

Now, here I am. Hello, New Home.

 

Next…..

 

28 Jul-3 Agust ngantor n tinggal di Klaten. 3 agust pukul 20.50 berangkat dr Adi Sutjipto Tujuan Sorong. Transit Juanda

 

3 agust 23.10 terbang dr Juanda ke Domine Edward Osook Airport Sorong, tanpa transit.

 

4 agust 6.50 WIT tiba di Sorong, Papua.

 

11 Agust berangkat ke Waisai Kep Raja Ampat, balik 13 Agust. 14 Agust balik dr DEO Airport ke Juanda. Lanjut Jogja. 15 Agust Back to Work

 

Sebelumnya, begitu lulus tes promosi, 21 Juni sya sdh proses Hand Over ke pengganti saya untuk efektif promosi 29 Juli di Jatim

 

Ternyata Tuhan berkehendak lain. Promosi sya dipercepat dan pindah Area ke JogJateng. ????

 

Manusia berencana, sebaik apapun rencana kita, rencana Dia paling indah

Siapa sangka, Jogjateng lebih memilih saya. Di saat saya cinta cinta nya di Jatim.

 

Siapa sangka skarang bsa ngirit 82rb-166rb transport jd cm 10rb aj buat Mudik tiap weekend

 

Siapa sangka bsa ke Papua lagi buat lebaran di rumah Ortu. Sebelumnya bayangin perbandingan tiket n rkening aj gak brani

 

Siapa sangka ubah rute n jadwal pnerbangan semudah itu. Sbelumny kan sya katrok. Jarang naek psawat. Apalagi utak atik tiket

 

Dan siapa sangka saya masih bsa tertawa2 saat rkening yg berisi gaji trakhir saya saat ini terblokir gegara kteledoran saya salah PIN 3x

 

Siapa sangka saya gak marah pas hari ini motor saya rusak gegara jatuh dpake @qolbiy yg gak bsa parkir,,

 

Hidup ini terlalu penuh Kejutan. Rencana manusia hanyalah rencana. Dan Dia sebaik2 pembuat rencana. THANKS GOD

 

Ternyata barang yg harus dpindahin banyak beud. Kmi prediksi bsa 4x angkut pick up biasa. Tp berkat kecanggihan si pak pick up, 2x selesai

 

Dan besok kudu siap2 packing buat Klaten. Dsna lemari saya masih kosong. Begitu jg kperluan2 lain.

 

End……. Pilahan, Rejowinangun, Kotagede.

27 Juli 2013, 23.31 WIB

Akhirnya Mudik Jgaaa

Akhirnya mudik juga…..

image

Entah kenapa saya merasa seperti tidak dlm kondisi sadar saat membeli tiket jurusan Surabaya-Sorong di maskapai Sriwijaya Air.
Bagaimana saya tidak merasa mimpi, sebelumnya saya tidak menyiapkan anggaran khusus mudik. Apalagi saya memburuh belum sampai setahun. Bayangan harga tiket yg pernah mencapai kepala 4 (sudah pasti total angka ad 7 digit), membuat saya g brani2 amat buat iseng pengumuman kemana2 bakalan mudik.
Jd setiap senggang sepanjang akhir juni-juli saya rajin cek harga tiket dr maskapai2 yg mencapai Sorong.
Oya sebelumnya saya jd brani cari2 gara2 kakak saya bilang dia dpt harga JOG-SOQ kurang dr 2 jt. Saya saat itu yg posisi di Jombang berkesimpulan bahwa pasti dr Surbaya lebih murah.
Taraaaaa…. sempat sudah memutuskan buat book maskapai lain. Saat itu yg saya cek Merpati, Ekspressair, dan Lion Air. Harga rata2 mirip. Sriwijaya sendiri beberapa saya cek flight gak muncul hasilnya. Untung saat itu saya blm jd memutuskan karena ATM terdekt gak muncul menu untuk pembayaran maskapai pertama yg akan saya book.
Ternyata ad harga dan jam terbang Sriwijaya yang lebih pas di berbagai sisi. Kurang dr 3jt untuk Round-trip. Alhamdulillah, selisih lumayan jauh dg kalo keberangkatan lewat Jogja.
Tentu saja sebelum benar2 dpat tiket, sya belum berani bilang ortu kalo mo mudik.
.
Manusia berencna namun rencana Nya lebih baik. Pertengahan Juli saya dipindah tugaskn oleh perusahaan ke Klaten Jawa Tengah. Ini berarti penerbagan lewat Surabaya jd gak efisien. Skitar tgl 20an Juli saya pagi pagi iseng telp Call center Sriwijaya untuk cari info kalo rute n pindah tanggal (saya salah memperkirakan tanggal libur perusahaan). Dan ternyata saya hanya dikenakan bea admin 20.000 + penyesuaian harga tiket ke flight baru aja. Yey. Akhirnya berangkat dr JOG deh.
Saya ambil penerbangan jam 20.15 dr JOG. Transit surabaya baru UPG n nggembel sampai pagi baru terbang lagi ke Sorong.

image

Nggembel di Hasanudin

Menurut Bapak saya, memang pesawat klo mau landing di Airport Sorong, mesti nunggu pagi.

image

Landing .!!!

Ternyata benar, penerangan di Airport Domine Edward Osok menggunakan tenaga surya. So, kalo malam gelap gulita. Hehe
Rasanya bahagia sekali bisa sampai rumah ortu yg jaraknya ribuan mil. Masih merasa gak njejak bumi pas sampai disana n melihat nyata rumah beliau berdua. Hahaha norak banget.

image

Saya dan Qolbi di depan rumah Ortu

Ya, orang tua saya memang menetap di Kota Sorong, meskipun secara darah Jawa asli.
Ini ramadhan ke dua saya di Sorong setelah saya ke jawa 2001. Yang pertama adalah 2010.
Cek http://aqied.wordpress.com/2009/09/
Dalam 3 tahun itu ternyata banyak yg berubah.
Selain cuaca yg sedang kurang baik, hujan terus menerus hingga saya gak keluar2 rumah, jg pembangunan segala macam bangunan yg makin banyak. Jujur banyak list yg gak kesampean pas sudah disana.
Saya gak ke Pantai Lido ato tembok berlin. Gak ke Tanjung Kasuari, gak sempet silaturrahim ke teman2 jaman SD, gak nengok sekolah lama, gak makan seafood di rumah makan favorit, coto langganan pas gak jualan, etc…
Tak apalah. Yang kudapat jauh lebih dr itu semua. Atas kuasa siapa saat hari kedatangan saya hujan tidak turun dan langit begitu cerah. Atas kuasa siapa langit begitu cerah saat saya menjemput Qolbi H-1 lebaran.

image

Sesaat sebelum landing di DEO airport

image

Hari menjemput Qolbi

Atas kuasa siapa saat perjalanan kami dr Sorong ke Raja Ampat, hingga saat hari kami bermain di Raja Ampat dan perjalanan kembali lagi ke Sorong, langit begitu cerah. Padahal di luar hari hari tersebut, langit seakan tak pernah habis menyimpan air untuk ditumpahkan.

image

Perjalanan Sorong-Raja Ampat

image

Perjalanan Raja Ampat-Sorong

Atas kuasa siapa begitu banyak kemudahan dr orang orang di sekeliling kami.

image

Waiwo Dive Resort

Allohu Akbar, Tiada pujian selain untuk Mu.
Bukan berarti tidak ad kesulitan atau problem yg didapt. Tp apalah artinya jika kenikmatan dari Nya yg ku dapat jauuuuuh melampaui yang kubayangkan.
La-in syakartum la azidannakum
Maka jadikan kami hamba Mu yang selalu bersyukur ya Rabb….

*saat terpenjara demam di hari libur

SELAMAT PAGI, FAJAR

SELAMAT PAGI, FAJAR

sepertinya fajar tiba terlalu dini. Saat mata belum sempat mencecap lelap, saat raga belum sempat dibuai mimpi. Hendak kemana kan kucari 8 jam berharga ku?

Selamat Pagi, fajar. Tidakkah kau datang terlalu dini? Terjaga ku belum lagi halau dari raga,,

Selamat pagi, fajar. Salahkah jika masygul ku sapa dirimu? Hadirmu bahkan mendahului nyanyian ninabobo ku

Selamat Pagi, Fajar. Maafkan jika mungkin hari ini aku tak dpt.membedakan “tadi”, “semalam”, dan kemarin.

Selamat Pagi, Fajar. Pagi bagimu, sebelum sempat kucicip lelap dalam malamku

Selamat Pagi, Fajar. Bolehkah aku bertanya, adakah peta menuju harta karun “8 jam” yang berharga itu?

Selamat Pagi, Fajar. sampai kapan harus ku cari 8 jam berharga ku? Tak bisakah kau tunjukkan shortcut tuk dapat ku nikmati harta mewah itu?

Selamat Pagi, Fajar. Tak taukah kau, betapa ku rindu menikmati kemewahan 8 jam cicipi mimpi. 8 jam mencecap lelap.

Selamat Pagi, Fajar. Sudah kucari kemana harta berharga 8 jam ku, namun apa daya tanpa Ransel berisi peta, Dora hanya bisa bertanya…;(

Selamat Pagi, Fajar. Ingin lekas ku terbang bersama Appa temui 8 jam berharga ku, apa daya keadaan tak aman sejak kerajaan api menyerang

Selamat Pagi, Fajar. Mungkinkah harus kusimpan harta 8 jam ku sbagaimana Tuan Crab menyimpan dolar dalam kasur sehingga membuatny tak empuk?

Selamat Pagi, Fajar. Aku tak meminta Hidup seribu tahun lagi, aku hanya ingin tidur 8 jam lagi

*Mojoagung, 22 Juni 2013.
03.56 WIB

image