Press "Enter" to skip to content

Refleksi Masjid Agung Jawa Tengah

Last updated on Maret 12, 2017

MAJT dalam lensa 10mm

Bahagianya usai mencicipi senin rasa weekend. Libur Maulid Nabi Muhammad SAW kemarin membuat saya jadi menengok ke belakang saat senang-senangnya memotret masjid masjid. Termasuk sebenarnya menara masjid di depan rumah tinggal saya sekarang. Namun yang paling berkesan dari potret memotret masjid adalah saat di Masjid Agung Jawa Tengah atau MAJT.

sudah cukup lama dari kunjungan terakhir saya ke masjid seluas 10 hektare ini. sebenarnya tidak hanya sekali saya sempat menginjakkan kaki di sini. sebelumnya, sempat saya menghadiri pernikahan seorang kawan di gedung pertemuan dalam kompleks MAJT. Namun kala itu, tidak banyak dokumentasi yang dapat tersimpan.

Masjid Agung Jawa Tengah tidak hanya menyediakan tempat ibadah. Kabarnya memang dimaksudkan juga untuk tujuan wisata religi. Menara Al Husna menjulang setinggi 99 meter dengan Museum Kebudayaan Islam di lantai 2 dan 3. Sedang di puncak menara, terdapat 5 teropong yang dapat melihat kota semarang dari atas. Masjid Agung ini juga dilengkapi wisma penginapan sebanyak 23 kamar dalam berbagai pilihan kelas. Jangan lupa pula mencicipi sensasi unik  di lantai 18 Menara Al Husna dimana  terdapat Kafe Muslim yang dapat berputar 360 derajat.

Selain luas dan ragam fasilitasnya, saya menemukan titik menarik untuk membidikkan kamera. Jika selama ini kesulitan dengan memotret pencerminan dalam air karena air yang tidak cukup tenang, kali ini saya menemukan marmer. Letaknya yang tepat di tengah menghadap megah dan uniknya bangunan arsitektur masjid ini, memanjakan fotografer amatiran seperti saya.

Menggunakan lensa 18mm

Saat itu saya masih belum puas, karena terlalu banyak bagian masjid yang terpotong. Akhirnya saya mencoba lagi dengan menggunakan lensa yang lebih lebar. Beruntung saat itu karena dalamevent Hunting Bareng NX Club, saya bisa dapat pinjaman lensa 10mm. Hasil pertama dari kejauhan bisa menghasilkan gambar seperti pada awal artikel ini. Selanjutnya saya letakkan di marmer tempat saya membidik refleksi sang masjid, maka begini hasil akhirnya.

alhamdulillah, hasilnya bisa bikin yang motret jadi sukak sama hasil jepretannya sendiri. Walaupun ketika dilombain, ya gak menang juga sih #ehcurhat.

26 Comments

    • aqied aqied Post author | Desember 13, 2016

      Hahahaha apa harus disertain exif nya sisan tiap upload ya?

  1. Ira Ira Desember 13, 2016

    suka sama foto terakhir aqied…

    • aqied aqied Post author | Desember 14, 2016

      itu foto favorit aku juga, hehe

  2. Primastuti satrianto Primastuti satrianto Desember 13, 2016

    Aku suka foto yg pertama, keceee semuaaa foto2nya, qied dari atas menara lebih kece lagi ambil majt. Sempat gak ke atas?

    • aqied aqied Post author | Desember 14, 2016

      aku gak naik pas itu, males antri. hahaha

  3. Hastira Hastira Desember 14, 2016

    wow kerennnnn banget , dan yang moto mah sudah prof , siplah

    • aqied aqied Post author | Desember 14, 2016

      masih ecek ecek ini, kak

  4. Jarwadi MJ Jarwadi MJ Desember 14, 2016

    pik banget, yen arep ndono numpak apa?

    • aqied aqied Post author | Desember 14, 2016

      Mbiyen rombongan bareng NX Club Jogja e, mas

  5. gallant gallant Desember 14, 2016

    pas payungnya terbuka katanya bagus juga mba

    • aqied aqied Desember 14, 2016

      Belum pernah kesana pas dapat payung nya terbuka e. Tapi kalo terbuka juga, kayanya jadi ketutup gak dpt view masjid utuh gak sih?

    • aqied aqied Post author | Desember 14, 2016

      Benaaar sekali. Waktu itu memang agak mendung dan udah sorean

  6. Gara Gara Desember 14, 2016

    Lama tidak main kemari, alamat blognya sudah pakai TLD saja nih. Sepertinya self-hosting juga ya? Selamat, ya.
    Fotonya bagus banget… ya Tuhan saya jadi ingin ganti kamera deh supaya fotonya bagus seperti ini (plak, padahal ini mah tergantung yang motret yak, haha). Betulan, saya susah membedakan mana yang bangunan asli mana yang pantulan. Dirimu pintar memotret, Mbak. Marmernya juga kelas wahid soalnya pantulannya ciamik banget.
    Keren ya masjid ini. Cuma saya masih belum tahu tempatnya di Semarang sebelah manakah? Haha. Mungkin kalau ke Semarang lagi saya pengen coba foto stasiun Semarang Gudang dalam pantulan, kebetulan bangunannya ada di dekat air, hehe.

    • aqied aqied Post author | Desember 21, 2016

      saya juga ingin ganti kameraaaaa hiks hiks
      yang bangunan asli yang bagian lebih terang dari bagian bayangannya, karena warna asli marmernya hitam.
      saya juga gak hafal jalan ke sananya, tapi sepertinya dari kejauhan sudah kelihatan menaranya yang menjulang, juga sudah cukup tenar, jadi bisa pakai jurus GPS alias Gunakan Penduduk Setempat ya.
      Stasiun Semarang Gudang itu dimana ya?

  7. ziyy ziyy Desember 14, 2016

    sukaa foto pertamaa <3

    • aqied aqied Post author | Desember 21, 2016

      hehehe, lensanya lebar banget ya

    • aqied aqied Post author | Desember 21, 2016

      ayok kesana lagi

  8. Dwi Jayanti Dwi Jayanti Desember 18, 2016

    Senjanya bagus mbak, pas saya kesana kemaren lagi hujan huhu

    • aqied aqied Post author | Desember 21, 2016

      itu pas mendung banget juga, kak

  9. Dyah Ayu Pamela Dyah Ayu Pamela Desember 22, 2016

    bagus-bagus, masjid di Jawa Tengah itu, sayang belum sempat mencicipi solat disalah satunya. Pernah mampir ke Demak yang katanya kota wali, itu juga bagus masjid Demak.. tapi lewat aja nggak masuk 🙁

    • aqied aqied Post author | Januari 15, 2017

      Aku udah beberapa kali ke Demak juga belum pernah mampit masjid nya. Sama satu lagi yang pengen banget tuh. Masjid Kudus

    • aqied aqied Post author | Januari 15, 2017

      Alhamdulillah, berkah lensa pinjeman. Eh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.