Kumpulan Foto Siluet Berhijab

Ide ini muncul setelah mengamati pencarian search engine yang nyasar ke blog ini. Sepertinya di luaran sana banyak netijen yang mencari foto-foto siluet perempuan berjilbab. Kira-kira untuk apa ya?

Saya suka sekali foto siluet, salah satunya siluet berhammock yang menjadi header blog ini. Foto siluet diri sendiri yang dijepret menggunakan fitur remote viewfinder dari ponsel yang disambungkan ke kamera. Lokasi fotonya pun membangkitkan rindu. Pulau Kaniungan, sebuah pulau kecil yang hanya dihuni 18 KK saja.

 

Foto Siluet terfavorit

Baca Selengkapnya di Kaniungan, Aku Jatuh Cinta

(lebih…)

Di Balik Selembar Foto

image

Feed instagtam yang tak seberapa kece

Tahukah kamu, apa yg dilakukan teman teman saya untuk dapat foto bagus?

Sebagian mereka harus bangun lebih awal dari kamu, bersepeda motor menembus dingin dini hari, sebagian lagi harus mengusir kantuk dengan treking yang tidak sedikit, belum mandi, masih lapar,

demi bisa mengabadikan momen matahari terbit.

Sebagian dari mereka rela menyisihkan sebagian isi dompet untuk bensin, untuk transport dan beberapa retribusi lain bahkan tidak jarang membayar lebih untuk harga masuk kamera.
.
Sebagian pula harus menahan hasrat ngopi ngopi cantik di kafe kafe lucuk. Menahan lapar dan perut dari makan enak di resto hits. Menahan diri cukup scroll e-commerce tanpa belanja fashion terbaru. Demi bisa dapat kamera impian dengan kualitas gambar prima.

Sebagian lagi harus rela bepergian jauh, medan yang beragam dan tak jarang sulit, tak jarang membuat sepatu dan baju kotor, sebagian menjadi santapan nyamuk, bahkan jika apes bisa dicium ulat bulu. .
.
.
Sebagian lagi mungkin harus melewatkan dinner malam minggunya saat sunset yang jarang datang di musim hujan ternyata menyapa, atau mendaki ketinggian saat langit mendukung untuk mengabadikan bintang. Berbahagialah kamu yang malam minggu mu sempurna.
image

Tentu masih sangat banyak perjuangan dan pengorbanan lain yang teman teman saya lakukan untuk foto-foto indah yang bisa dengan mudah kamu nikmati di instagram feed mereka, di catatan perjalanan blog mereka, di akun sosial media mereka, di akun akun berbagi foto mereka.
.
.
Mudah memang mengambil gambar mereka, menghapus atau menimpa watermark mereka dengan watermark baru mu, mudah memang mengupload ulang dgn seolah olah itu milikmu dan karyamu. .
.
Tapi kamu gak akan pernah tau bagaimana pengorbanan dan perjuangan selembar foto itu.

Dan yang pasti,
Kamu BENAR BENAR TIDAK TAHU bagaimana menghargai sebuah karya.


Kamu bukan yang segitu gak punya karya kan?

sebelumnya pernah dipublikasikan dalam caption sebuah foto akun pribadi saya pada jejaring sosial Instagram. Link hidup ke postingan tersebut di sini

image

#Sikilfie 2

Masi gak habis habis kalo ngomongin foto sikilfie. Sampe sekarang pun saya masih rajin poto kaki walo dengan dosis yang lebih mending dari sebelumnya ya.

Sesuai judulnya, karena ini tulisan saya tentang #sikilfie yang kedua, tema kali ini ya yang berdua berdua juga.
Kalo sebelumnya saya motret kaki atau sepatu saya sendiri, di sini saya khusus share yang berdua.

Well, sejak suka moto diri sendiri kalo pas LDR (Lungo Dewe Rapopo) memanfaatkan fitur Remote Viewfinder di kamera Samsung NX dan Android, saya gak sesering dulu sikilfie nya. Makanya kalopun motoin kaki, saya pengen sikilfie nya gak yang gitu-gitu aja.

Trus jadinya gimana?

Nah ini dia…

Menginspirasi atau malah bikin cari kantong muntah?

image

image

image

The Doors

image

Saya sempat berusaha mengingat-ingat sejak kapan saya suka menjadikan pintu sebagai objek foto. Dan hasilnya, saya tidak ingat. Bahkan mungkin semacam tidak sadar kalau audah cukup banyak pintu yang saya jepret-jepret. Sampai seseorang mengomentari “ada apa sih dengan pintu, koq seneng banget”. Yang akhirnya saya baru berfikir. Ya kenapa? Dan sejak kapan?

Lagi lagi sama, saya tidak tau kenapa. Lalu saya berusaha merunut ke belakang dan menemukan sebagian pintu-pintu yang terpaksa pasrah saya abadikan dalam gambar.

image

image

image

image

image

Untuk yang terakhir ini, saya dikirimi foto pintu oleh seseorang. Ketika saya tanya apa maksud foto pintu tersebut, katanya :

” Mau aku kasih kepsyen : ‘pintunya tertutup, pintu hati kamu, jangan’; tapi aku tahu responnya, jadi batal aku kasih”

image

Emangnya menurut kamu, bakal seperti apa respon saya?

#CHSA: Hitam Putih Abu Abu

Lagi lagi saya gak punya ide buat judul. Sama dengan gak punya nya saya ide bakal nulis apaan. Tapi saya suka dengan warna warna hitam putih dan abu abu. Yap warna monokrom yang mungkin bagi sebagian orang membosankan.

Kaos lengan panjang saya yang hitam aja ada beberapa. Belum yang abu abu. Yang lebih absurd lagi, saya sering banget beli kerudung warna abu abu. Padahal jelas jelas sudah punya. Hampir tiap beli jilbab/kerudung, ada satu jilbab warna abu abu yang ikutan masuk keranjang belanja.
Akibatnya, banyak foto-foto narsis saya yang rada gagal. Alias saya nya gak terlalu kelihatan sebagai objek saking suramnya warna saya. Saya sih tabah ya, asal hidup saya gak ikutan suram. #eaaaa.

image

Minumannya juga warna monokrom

Sampai kemudian gara-gara akhir2 ini nganggur terus tiap weekend, iseng utak atik foto sendiri. Dan menarik kesimpulan sendiri. Kalo memang saya sering terlihat suram, kenapa gak sekalian di sewarnain aja keseluruhan foto?

Maka jadilah foto-foto hitam putih ini.
*kalo belum sedia kantong muntah, mending gak usah diterusin. Kebanyakan teror wajah soalnya.

image

Lagi ngobrol sama tembok

image

Warna aslinya sih krudung, baju dan ransel udah abu abu semua

image

Dininabobo ombak

image

Kalo makan, jangan lupa minum yaa. Tar seret

image

Selalu suka foto candid

Jadi gimana, bagusan hitam putih atau berwarna?

Turnamen Foto Perjalanan 46: Refleksi

Asyik banget ngetik ini sambil dinyanyiin Mirrors sama Mas Timberlake.

image

Nyiur melambai

Kita yang sekarang adalah refleksi kita di masa depan. Secara garis besar mungkin, karena detail bagaimana masa depan kita, tidak ada yg tau. Seperti refleksi nyiur pada air laut. Ad gelombang dan ombak yang sembunyikan detailnya”

Foto ini diikutsertakan dalam Turnamen Foto Perjalanan Ronde 45 oleh Tiga Di Bumi

Thanks Mb May untuk temanya yang seru.

*foto diambil di sekitaran Pulau Pahawang Lampung Selatan, Juni 2014. Nama pulau nya sendiri saya lupa.

Turnamen Foto Perjalanan 45: Siluet

Berkali-kali gak kesampean ikutan Turnamen Foto Perjalanan karena tiba tiba kelewat deadline, pas tema kemaren Siluet ini udah pengen banget ikutan.
Tapi lagi-lagi sama kaya sebelum-sebelumny, lupa mulu. Sampai tanggal 24 yang aku kirain deadline nya. Untung follow twitter Tuan Rumah Mas Lost Traveler trus dikasitau kalo masih tanggal 27 alias hari ini terakhir ikutannya.
Berhubung saya gak ngerti fotografi, boleh ya setor objek foto favorit saya: #suket

image

Rumput Mentari Terbit

Selalu ada harap baru pada setiap terbitnya mentari, bahkan harapan rumput kecil. Tak pernahkah kau coba tanyakan apa harapan rumput yang bergoyang?”

Foto ini diikut sertakan dalam Turnamen Foto Perjalanan Ronde 45 oleh Yofangga

Koleksi foto suket lainnya disini.