Panduan Berkunjung ke Gunung Andong

Sudah baca cerita singkat dan pamer foto tentang Gunung Andong?

foto bersama di puncak Andong

Baca di sini : Menyapa 5 Puncak dari Gunung Andong

Gunung Andong cukup mudah untuk untuk dicapai apalagi bagi saya yang dari Jogja. Jika menggunakan kendaraan pribadi, bisa mengarahkan peta Google ke ‘Basecamp Sawit Gunung Andong‘. Ini basecamp yang paling populer, di samping sebenarnya masih banyak pula basecamp lainnya. Lama perjalanan normal ditempuh dalam 2 jam. Kecuali ada adegan nyasar dan kebanyakan mampir, beda cerita.

(lebih…)

Menyapa 5 Puncak dari Gunung Andong

Sebenarnya ini bukan kali pertama saya berkunjung ke Gunung Andong. Sekitar 2015 di bulan yang sama (November), saya pertama kali terkagum-kagum dengan view dari puncak bukit perisai ini. Gunung Andong terletak di antara Ngablak dan Tlogorejo, Grabag Magelang. Puncak tertinggi gunung itu tertulis 1726 Mdpl, namun menurut wikipedia tingginya hanya 1463. Entah mana yang benar.

Trek Pendakian Gunung Andong

Trek pendakian gunung Andong ini tidak terlalu panjang, sehingga sering disebutkan ramah bagi pemula.

(lebih…)

Bertandang ke Papandayan: Danau Kawah

Saya merasa sudah cukup mempersiapkan diri saat berencana akan bertandang ke Papandayan. Informasi mengenai titik-titik populer seperti Kawah Papandayan, Hutan Mati, Pondok Saladah dan Tegal Alun cukup banyak bertebaran di internet. Apalagi pendakian kali ini rencananya tektok saja, alias Pulang Pergi langsung tanpa menginap. Tentu saya harus tau bagaimana track dan medan yang harus saya tempuh. Saya tidak ingin lagi membawa oleh-oleh berupa kaki lecet melepuh dan pegal-pegal.

dalam perjalanan tracking Papandayan

Papandayan memang dikenal dengan Hutan Mati nya yang magis. Juga Padang Edelweisnya yang manis. Cobalah ke mesin pencarian, maka foto-foto kedua tempat iconic itu akan mendominasi. Namun pada perjalanan saya kemarin, bukan kedua tempat itu yang memberi kejutan.

(lebih…)

Galeri: Kemarau di Semeru

Bertamu ke Semeru untuk pertama kali nya Agustus lalu, memberi banyak kejutan bagi saya. Tidak hanya rute panjang dan tanjakan aduhai yang bisa saya dapat infonya dari dunia maya. Bukan pula keindahan Ranu Kumbolonya yang termasyhur dengan jutaan fotonya yang bertebaran di berbagai situs. Tidak pula suhu dinginnya yang membekukan embun-embun di rerumputan hingga atap-atap tenda.

Baca juga  Catatan Semeru 1 : Tujuan itu Bernama Rumah 

Area Kamping Ranu Kumbolo

Ini tentang warna cokelat keemasan khas kemarau yang menyapa. Camping ground Ranu Kumbolo yang biasanya beralaskan permadani rerumputan hijau, kali ini berselimut cokelat. Hingga padang Verbana di Oro-oro Ombo yang identik dengan warna ungunya, pun terbentang keemasan.

Berikut sebagian galeri Semeru kala Kemarau.

(lebih…)

Catatan Semeru 2: Menghitung Budget

Beberapa waktu lalu saya mengajukan pertanyaan tentang topik apa mengenai Semeru yang sebaiknya saya tulis di blog. Salah satu jawaban yang masuk menyarankan pembahasan rincian anggaran dan budget untuk mendaki Semeru. Walaupun informasi tentang ini sebenarnya sudah banyak yang menulis, boleh lah saya turut serta meramaikan berdasarkan pengalaman pendakian Semeru pada Agustus 2018.

Ini 6 pos anggaran yang perlu disiapkan saat menghitung budget ke Gunung Semeru dari Yogyakarta:

(lebih…)