Foto Ala Buku Tahunan

Hello, 2018

Ternyata sudah lewat setengah bulan lebih di tahun 2018 dan belum ada postingan baru di blog ini. Sampai-sampai saya dicolek mbak Pink di twitter. Di situ saya merasa gagal menjadi blogger yang sok hits. Padahal hits dari mananya, lha wong banyakan yang gak kenal daripada yang kenal yekan.

mana yang bilang saya gak hits?

(lebih…)

Gagal Malas Mandi di Air Terjun Jagir

Sebagai pekerja setiap senin sampai jumat, dilanjutkan pelajar saat sabtu, saya terpaksa melakukan aktifitas yang tidak saya sukai setiap paginya. Mandi Pagi. Ya, ada kalanya kita tetap harus melakukan apa yang tidak kita sukai meski terpaksa. Maka saat-saat libur tanpa kewajiban mandi pagi adalah kemewahan tiada tara bagi saya.

Namun rupanya tidak demikian dengan teman-teman #TripTanpaDeadline yang agak-agak kesal dengan kemalasan saya ini. Maka pada suatu pagi, dengan sengajanya destinasi yang dipilih adalah Air Terjun Jagir, Kampung Anyar. Kolam air terjun ini dapat dicapai dengan menuruni tangga dari tanah yang tidak sempat saya hitung jumlahnya. Karena saya bukan Sherlock Holmes yang otomatis menghitung setiap jumlah tangga yang dilaluinya.

Begitu menjejak tepi kolam dengan dua air terjunnya, saya mencelupkan jempol kaki dan mengeluh dalam hati.

“duh, dingin banget”

Kemudian clingak-clinguk mencari kehangatan.

(lebih…)

Baluran, Bukan Sekadar Kulakan Foto

Sudah lebih dari 3 tahun dari terakhir kali saya menginjakkan kaki di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Kala itu, Sabana Bekol sedang hijau-hijaunya dengan rumput rumput tinggi serupa ilalang. Membuat saya tak henti berlarian ke sana kemari dan tertawa. Sayangnya 3 tahun lalu lagu Akad dari Payung Teduh belum diperdengarkan seperti saat sekarang. Tak ketinggalan rusa-rusa yang minum seenaknya di dekat pohon jomblo, tak peduli kehadiran kami.

 

dok April 2014, Baluran sedang hijau-hijaunya.

Pertengahan Oktober lalu, Baluran memberi saya pemandangan lain yang jauh berbeda. Sabananya yang kering serupa karpet coklat raksasa yang dibentangkan. Mengingatkan saya pada film God Must be Crazy. Pohon-pohon baik jomblo maupun couple yang berdiri tegak berjauh-jauhan sesekali kita jumpai. Juga satwa-satwa khas jawa yang memilih bersembunyi di siang terik itu.

pohon yang bersandar di tengah Sabana yang kering

Sementara akses jalan dari loket pembelian karcis hingga Sabana Bekol, tetaplah sama. 12 kilometer jalan berbatu yang cukup menantang untuk dilalui. Namun dengan kesungguhan niat dan kelihaian berkendara, goncangan dan batu-batu tajam perjalanan dapat dilalui. Sebagaimana kerasnya perjalanan hidup yang hanya dapat ditempuh mereka yang tangguh dan berhati teguh #ahaay.

(lebih…)

Kisah Sandal Jepit

Well, sesungguhnya udah mau bikin judul “kisah sepasang sandal jepit”. Tapi kemudian saya berpikir kalau akhir akhir ini “sepasang” bisa saja menjadi kata sensitif. Bisa saja dianggap tidak berperikejombloan ketika menyematkan hal hal yang berbau sepasang. Apalah saya ini yang tidak pakar dan tidak peka pada tema tema seperti itu. Ditambah lagi kondisi pribadi saya yang juga malas menjawab pertanyaan kepo soal kata yang akhirnya saya hapus dari rencana judul —you know what.

Okay mari kita fokus.

Setiap pejalan pasti tak lepas dari alas kaki nya. Entah itu sandal, sepatu, atau nyekerman. Begitu juga saya yang jarang jalan jalan ini. Sepasang sandal selalu terselip dalam setiap perjalanan saya. Sebagai penghargaan atas dedikasi mereka berdua pada saya, tak jarang saya turut mendokumentasikan kebersamaan mereka sepanjang perjalanan saya.

 

Danau Labuhan Cermin

jump!

jump! in frame mas harry

Danau Labuhan Cermin ini kerap disebut Danau Dua Rasa. Danau ini memiliki kejernihan tingkat dewa sampai sampai setiap objek yang mengapung di atasnya, seolah olah melayang. Kabarnya ini akibat dua rasa yang dimiliki danau ini. Komponen atas danau ini hingga sekitar 2 meter adalah air tawar. Walau berkunjung siang hari, airnya tetap sangat dingin dan segar. Sementara sisa air di bawahnya, memiliki rasa asin.

Lokasi

Danau unik ini terletak di Biduk Biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Dapat dicapai lewat darat sekitar 7 jam dari Bandara Kalimarau Berau. Bisa juga menikmati laut lewat Derawan dengan boat sekitar 3 jam.
Untuk jalur darat, bisa dengan menyewa mobil dari Berau. Tentu saja jika kunjungannya ramai ramai agar sharing cost tidak terlalu berat. Untuk kelompok kecil, juga ada kendaraan travel yang menghitung tarif per orang. Hanya saja mobil seperti ini hanya tersedia di jam jam tertentu.
Jika kunjungan Labuhan Cermin ingin direncanakan bersamaan dengan kunjungan ke Derawan, saya merekomendasikan untuk ke lokasi menggunakan boat dari Derawan. Selain mempersingkat waktu, juga menghemat energi karena perjalanan darat tak semulus sirkuit F1 Rio Haryanto.

view nya lebih kece kalo jalur laut

view nya lebih kece kalo jalur laut

Tiba di dermaga labuhan cermin, sudah banyak boat kecil yang bisa mengantar kita ke Danau. Karena lokasi danau ini letaknya sedikit terlindung lingkaran pepohonan. Jaraknya sendiri sebenarnya tidak begitu jauh, hanya hitungan menit, namun tetap di luar jangkauan kalau memaksa berenang sendiri. Jangan ya.

aktivitas

Di danau dua rasa ini, idealnya memang menyelam untuk bisa merasakan sendiri bersatunya dua jenis air. Baiknya sudah mempersiapkan snorkel gear sebelumnya karena saat kunjungan saya saat itu, tidak ada yang menyediakan di dalam area danau ini. Selain mencicipi bersatunya dua jenis air, bisa juga berfoto atau membuat video sembari melintasi akar akar pepohonan yang malang melintang di bawah air.

bagi yang tidak bisa berenang atau menyelam seperti saya?

nongkrong di perahu aja

nongkrong di perahu aja

tenang, tidak mati gaya kok. Ambillah foto foto jernihnya danau dua rasa ini. Bisa juga snorkel kesana kemari dengan menggunakan life vest atau pelampung agar tetap adem dan aman. Bisa juga bermain keliling danau dengan menyewa ban. Atau mendayung melintasi tepian tepian dengan kano. jangan lupa foto mainstream dengan perahu yang terkesan melayang.

mainan ban

mainan ban

penginapan

Tidak jauh dari dermaga labuhan cermin, cukup banyak penginapan untuk wisatawan. Harga yang ditawarkan juga bervariasi. Saya sendiri karena berangkat dari Kaniungan dan pulang ke Derawan, jadi tidak sempat mencoba menginap di sini. Tapi tak perlu khawatir karena cukup banyak penginapan tersedia dengan berbagai variasi. bahkan jika ingin irit se irit iritnya bisa ikut penginapan nelayan.

jajan

Ada baiknya tetap membawa perbekalan pribadi sebelum menyebrang dari dermaga ke danau. Tidak ada atau mungkin tidak selalu ada pedagang makanan dan minuman yang stay di danau. Kalaupun ada, saya kira tidak banyak pilihan. Minimal sediakan air minum secukupnya untuk bekal pribadi ya.

Untuk makan dan pemulihan energi, di sekitaran dermaga sudah banyak warung makan dan kios yang bisa memenuhi hasrat makan. Harga nya juga masih harga normal, bukan harga turis yang seman-mena.

waktu terbaik

waktu terbaik untuk mendapatkan view yang maksimal adalah saat matahari tinggi-tingginya. jadi bisa diperkirakan mulai jam 11.00 WITA hingga 14.00 WITA. Pada jam tersebut, air akan berwarna hijau biru dengan tingkat kejernihan terbaik. Bisa dilihat foto foto mainstream Labuhan Cermin yag menampilkan perahu seperti melayang saking jernihnya.

Untuk pecinta underwater, jam jam ini juga kondisi di bawah air terang dan bagus untuk mengambil video underwater. atau foto foto lucuk splitshot. tidak perlu khawatir kepanasan, karena walaupun di sana matahari bersinar dengan garangnya, si air tetap sejuk. Saya saja di siang sepanas itu tetap kedinginan.

tips

  • sebaiknya bawa snorkel gear yang biasa dipakai, atau kalaupun tidak membawa, sewa lah saat di dermaga. untuk yang tidak bisa berenang, pastikan life vest tersedia.
  • bawa sunscreen yang waterproof untuk meminimalisir efek sinar matahari, apalagi jika datang saat siang.
  • sedia air mineral, bisa juga beli di dermaga antisipasi jika di danau sana tidak ada yang berjualan
  • estimasikan perjalanan agar tiba di lokasi pada waktu terbaik.
  • sebaiknya bawa kamera underwater atau action cam.
  • Siapkan pakaian ganti jika setelah dari labuhan cermin berencana ke lokasi lain yang butuh pakaian kering.

 

 cek juga cerita labuhan cermin saya di steller: //steller.co/site/static/js/steller.js



hai, kamu merencanakan ke Labuhan Cermin atau ingin bertemu aneka satwa di Derawan? boleh ngobrolin rencana perjalanannya dengan saya. silahkan drop email ke [email protected] atau kirim direct message di instagram saya. selamat merencanakan liburan….