Sajian Sedap dari Sekar Kedhaton Restaurant

Rupanya sudah ribuan purnama saya tidak menulis tema kuliner ya. Dengan tagline EAT, COFFEE & TRAVEL, rupanya EAT mendapat porsi yang masih kalah dibanding kategori COFFEE & TRAVEL. Maka kali ini izinkan saya mengisi kembali konten EAT dengan sajian istimewa dari Sekar Kedhaton Restaurant, Kotagede.

 

Sekar Kedhaton adalah sebuah resto dengan konsep arsitektur maupun interior khas etnik Jawa. Berlokasi di Kotagede, sisi selatan Kota Yogyakarta yang kental dengan nuansa heritage nya. Memasuki area Resto, pengunjung disambut dengan seperangkat gamelan dengan tiang-tiang hijau dan ornamen khas Jawa. Tak ketinggalan ubin berwarna hijau dengan motif klasik. Meja kursi kayu dengan penataan meja yang apik, disinari cahaya lampu yang memberi sentuhan kemewahan khas Jawa.

interior Sekar Kedhaton

(more…)

Secuil Curhat di Lantai Bumi

Kerja dan Kuliah pada saat bersamaan itu, tidak hanya butuh manajemen waktu saja. Tapi juga manajemen mood yang baguss. Sudah kita ketahui bersama, tugas kuliah kerap kali menyita waktu hura-hura. Kelas di saat weekend sudah tentu menyusutkan hari libur yang sudah sempit. Jelas sudah pelakunya terindikasi gejala kurang piknik yang berpotensi mengganggu keseimbangan jiwa pelaku tersebut.

Salah satu cara saya menyiasatinya adalah, dengan menuntaskan segala tugas yang ringan maupun berat, sebelum tiba di rumah. Pekerja berdedikasi (kibas poni) macam saya, tentunya hanya menginginkan istirahat yang menenangkan jika sampai di rumah. Jadi inginnya begitu saya sampai rumah, sudah tinggal beres beres dan bersih bersih, santai, trus istirahat deh. Seringkali saya menenteng laptop dan buku buku tebal seusai jam kantor. Memilih sendiri mana yang akan menjadi tempat saya belajar ataupun menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Apakah coffeeshop cozy, apakah spot wifi gratisan umum (anak gratisan banget), apakah perpustakaan daerah, apakah smart lounge suatu mall, apakah sudut terdalam di hati dia.

Dengan kondisi beberapa hari ini Jogja diguyur hujan pada jam jam pulang kantor. Dampaknya tidak hanya genangan di banyak titik, tapi juga kemacetan yang tidak biasa. Ada gunanya juga saya mengalah bukan? menghindari kericuhan lalu lintas dengan mlipir beberapa ratus meter dari kantor, menunggu kemacetan mereda. Sembari menyeruput kopi tanpa gula, yang juga tanpa kamu.
Tak lupa membereskan tugas-tugas kuliah yang tak habis habis. Mengernyitkan kening kala menemukan hal baru yang tak biasa, membanting mouse kala laptop ngehang, dan lupa gigit tablet kala koneksi melambat.
Btw, Lantai Bumi ini salah satu tempat mlipir saya. Belum lama beroperasi, rupanya sudah cukup menggaet banyak pengunjung. Kopi yang nikmat, pelayanan yang ramah, dan tempat instagenic mungkin sebagian alasan. Terbukti dari banyaknya foto foto menarik di lokasi ini.
Lantai Bumi terletak di Pogung Baru Blok C No 28, Jl Kaliurang KM 5.
Bingung arahnya? Sini bareng saya. #modus

Nglathak Gak Pake Jauh

Bahas kuliner jogja tuh memang ra uwis uwis. Yang juga hits pasca demam Cinta dan Rangga itu salah satunya Sate Klathak.

Sate Klathak adalah sate kambing yang pembuatannya berbeda dengan sate kebanyakan. Alih alih menggunakan tusuk bambu, Sate Klathak menggunakan jeruji besi sebagai tusuk. Akibatnya, saat prosesi bakar bakar, keluar suara “klathak klathak”. Dan daging sate pun matang empuk sempurna luar dalam.

Kalau tadinya jika ingin melaksanakan ritual nglathak, perlu spare waktu yang lumayan. Karena area banyak penjaja Sate Klathak letaknya nun di selatan jogja sekian belas kilometer. Jadinya saya gak bisa sering sering deh menikmati ritual Nglathak. That’s why akhir akhir ini sudah ada jawaban atas kegelisahan saya soal fakir nglathak.

Tidak jauh dari area kampus, belum lama ini dibuka depot makan yamg menyajikan menu Sate Klathak dan olahan kambing lainnya. Lokasi nya strategis bangets, dekat dengan kampus kampus UNY, UGM, USD, UAJY, dan UMBY. Tempatnya juga cozy dan kekinian cocok buat anak muda, mahasiswa maupun keluarga. Bersih, nyaman, dan instagramable.

View this post on Instagram

Nyate klathak deket kampus harga mahasiswa jugak.

A post shared by bekal makan siang (@bekal.makansiang) on

Selain Sate Klathak konvensional, di sini juga ada variasi lain yang makin menambah kenikmatan Nglathak. Ada Sate Klathak Mozarella yang meleleh dan mbleber mbleber,  juga Sate Klathak Manis.

Ada juga menu olahan kambing lainnya yang berkuah, pedas dan bisa bikin nglathak makin rame. Tengkleng pedes dan semangkok penuh, siap sedia dikrokoti (ini bahasa Indonesia nya apa ya). Belum lagi Gulai dengan kuah berbumbu gurih dan meresap ke setiap irisan dagingnya. Masih ada Tongseng dengan kombinasi manis dan pedas. Kenikmatan Paripurna mana yang kau dustakan, kawan.

Tidak perlu takut jika bareng kawan yang gak doyan kambing, ada Ayam Goreng sebagai menu penyeimbang. Belum lagi pilihan minuman yang unik. Susah sepertinya bisa dapat minuman yang tersedia di sini.

Ada teh biru yang jadi favorit dan ajaibnya di sini. Warna birunya bisa berubah menjadi ungu saat diberi perasan jeruk nipis.

Teh biru ini juga bisa dikombinasi dengan yogurt segar. Buat saya sih jadi pasangan yang klop bersanding dengan Sate Klathak.

Trus kalau pasangan yang klop bersanding dengan kamu, yang mana?

Singgah Santap di GH Corner Jogja

Singgah Santap di GH Corner

Bicara kuliner di kota berhati nyaman, Yogyakarta, ini memang tak ada habisnya. citarasa lokal, interlokal, internasional, classic ataupun moders, tumpah ruah di sini. Sampai-sampai saya berpendapat bahwa memikirkan “makan dimana” itu lebih rumit daripada berfikir “masak apa”. Walau begitu, tetep donk, tinggal di kota dengan ragam kekayaan kuliner, rasanya sayang kalau tidak dimaksimalkan. Ada kalanya kita butuh mengenalkan citarasa baru untuk lidah kita. Ada kalanya juga kita butuh suasana baru untuk memperbaiki porak poranda suasana hati kita kitaaaaa???

Seminggu lalu, saya sempat memberi kesempatan bagi lidah saya mencicipi satu pendatang baru di kancah kuliner Yogyakarta. Beruntung karena tiba saat soft launching, sehingga dapat mencicipi sebagian besar menu yang disediakan. Dari icip-icip ini, saya menyimpulkan adanya kolaborasi yang apik antara menu nusantara, arab, sedikit western, dan rempah rempah asia. Penyajian hidangan yang baik, didukung interior kafe yang apik membuat saya makin tertarik untuk mengulang singgah santap berkali-kali.

Tempat itu bernama GH Corner. Menempati Ruko Raflesia di Babarsari Square 2, Kapling M, Depok, Sleman. Ruangan dengan luas yang cukup dan penataan minimalis namun memberi kesan nyaman bagi pengunjung. Di ujung ruangan terlihat bagian dapur, lalu sofa di sisi kiri, dan round table di sisi kanan. Aman dan nyaman untuk hang out bersama kawan, ataupun singgah santap bersama keluarga.

Makanan

Untuk makanan, unggulan di GH Corner Yogyakarta ini adalah Grilled Chicken Chop. Ayam panggang dengan tekstur daging yang empuk, disajikan bersama french fries, selada, dan 2 macam sauce. Untuk pilihan menu lainnya saya bagi secara garis besar seperti ini:

  1. Olahan Ayam : Ayam Goreng, Chicken Katsu, Chicken Gordon Bleu
  2. Pasta : pilihan saus Carbonara, Bolognese
  3. Nasi : Nasi Goreng Kampung, Nasi Goreng Pattaya, Nasi Goreng Seafood
  4. Lainnya : Bihun Seafood, Nasi+Tomyam, Capcay

Minuman

Teh Tarik juara banget ada di sini. Saking favoritnya, dalam sekali singgah santap, saya sampai lupa berapa gelas teh tarik yang sudah saya tenggak. Sebenarnya tak hanya ada teh tarik saja, tapi akibat dibutakan oleh teh tarik, saya jadi tidak sempat mencicipi varian lain, diantaranya:

  1. Varian Teh : Teh Manis, Teh Tawar, Teh Tarik, Lemon Tea
  2. Varian Kopi : Arabica Coffee Special, Kopi Hitam, Kopi Susu, dsb
  3. Spesial : Milo Special, GHC’s Float, dan Milo Float

Kudapan

Kudapan hits seperti Canai Tisu rupanya tersedia di sini. Memang kalau dari saya baca baca buku menu, pilihan menu untuk canai bahkan sampai satu halaman sendiri. Dari yang saya ingat ada Canai Kuah Kari, Canai dengan pisang beserta macam-macam variasi topping, juga ada Canai Manis.

Namun dari yang paling saya suka adalah Martabak Canai Kari. Rasa rempah kari yang meresap disetiap lembar martabak, berpadu irisan daging dan roti canai yang gurih benar-benar kenikmatan paripurna. Mendapatkannya pun cukup dengan menukar selembar rupiah berwarna hijau.

Selain Canai dan Martabak, masih ada macam-macam kue dan cemilan untuk menyempurnakan ritual makan pagi, siang maupun malam. Karena GH Corner buka pukul 09.00-21.00

Yuk singgah santap di GH Corner.

Ndalem Sopingen, Kotagede

cukup lumayan lama saya menjadi perantau  berdomisili di Kotagede, Yogyakarta. Namun rupanya soal khazanah perkulineran, saya belum cukup gawl. Misalnya pendopo berhalaman luas dengan konsep lighting yang hangat ini. Ya, Warung Jawi atau disebut juga nDalem Sopinge. terletak hanya beberapa ratus meter dari hiruk pikuk aktivitas ekonomi Pasar Legi Kotagede. Tempat Gank Cinta jajan es teh di angkringan pada salah satu sudutnya.

saya baru mengetahui lokasi ini saat acara hunting bareng fotografer.net beberapa masa silam. saat itu saya sama sekali tidak tauper fotografian, dan bukan pula fotografer. Tapi akibat keselo-an dan lokasi yang dekat, berangkatlah saya. siapa tau bisa dapat berkenalan dan ketemu jodoh berguru dari banyak fotografer. walau pada akhirnya saya hanya bengong dan malah cuma jalan kaki ngintilin para fotografer, dan bengong aja karena gak ngerti photo street. Namun kesan pada nDalem Sopingen sebagai titik kumpul kami kala itu, memberi kesan positif pada saya.

apalagi saat rangkaian photo street usai dan kami kembali ke titik kumpul. Cangkir cangkir berisi air secang hangat, menebus dahaga dan lelah kami. piring-piring dengan timbunan kacang rebus dan pisang godok, turut meramaikan. Desain pendopo klasik ditambah sinar lampu kuning yang hangat, tikar-tikar yang digelar dan meja meja kecil kayu, menambah ketenangan dalam keakraban malam itu.

beratus-ratus malam setelahnya, baru saya sempat menyambangi lagi. Saat malam hari, pendopo ini dapat menghidangkan masakan minuman jawa, dengan suasana yanag makin jawa. Tak heran mereka menamainya Warung Jawi.

Malam itu kami memesan Brongkos dan Rawon. Untuk minumannya kami percayakan segelas wedang secang dan kunir asem hangat tuk menemani. Rupanya, sepiring kacang rebus ddisajikan pada kami sebagai welcome snack. sembari menunggu hidangan disiapkan, saya menikmati sekali suasana yang tenang, sambil sesekali mengambil gambar. Lokasinya yang sedikit mblusuk mengamankan pendengaran kami dari polusi suara kendaraan dan lalu lalang.

saat hidangan tiba, baik rawon maupun brongkos menghadirkan kuah dengan kepekatan yang cukup kental. rasa bumbu dan rempah yang tak pelit pelit. Tak heran kedua mangkok kami habiskan bersih hingga tetes terakhir. Untuk rawonnya sendiri, rupanya sudah dijodohkan sekaligus dengan telur asina utuh.

Selain rawon dan brongkos, Warung Jawi juga menyediakan bakmi jawa. saya belum sempat mencicip, tapi bukankah ini akan menjadi alasan saya untuk terus kembali lagi? mencecap setiap senti bakmi dalam tenang. menyeruput teh panas gula baru dengan senang. Mungkin sambil bersenda gurau bersamamu dengan riang?

sopingen