Di Balik Foto Bekal Makan Siang

Bagi yang mengikuti saya di instagram, pasti sudah tau bahwa saya punya akun lain bernama @bekal.makansiang. Akun instagram ini dulu memang sengaja saya buat khusus untuk dokumentasi menu-menu bekal saya ke kantor. Tak terasa, kini jumlah followernya malah sudah melebihi akun pribadi saya. Kalah pamor memang ini muka narsis dibanding foto makanan.

feeds instagram @bekal.makansiang

Karena instagram bekal makan siang ini awalnya hanya iseng, maka foto-foto di sini pun saya upload dengan santai juga. Tanpa effort yang gimana-gimana, apalagi edit yang neko-neko. Rata-rata foto bekal saya hanya punya 1 angle, 1 kotak bekal, dan sejujurnya hanya dari 1 ponsel pula. Ponsel murah pula, Xiaomi Redmi 4A yang bulan ini berulang tahun ke-2.

(lebih…)

Ndalem Sopingen, Kotagede

cukup lumayan lama saya menjadi perantau  berdomisili di Kotagede, Yogyakarta. Namun rupanya soal khazanah perkulineran, saya belum cukup gawl. Misalnya pendopo berhalaman luas dengan konsep lighting yang hangat ini. Ya, Warung Jawi atau disebut juga nDalem Sopinge. terletak hanya beberapa ratus meter dari hiruk pikuk aktivitas ekonomi Pasar Legi Kotagede. Tempat Gank Cinta jajan es teh di angkringan pada salah satu sudutnya.

saya baru mengetahui lokasi ini saat acara hunting bareng fotografer.net beberapa masa silam. saat itu saya sama sekali tidak tauper fotografian, dan bukan pula fotografer. Tapi akibat keselo-an dan lokasi yang dekat, berangkatlah saya. siapa tau bisa dapat berkenalan dan ketemu jodoh berguru dari banyak fotografer. walau pada akhirnya saya hanya bengong dan malah cuma jalan kaki ngintilin para fotografer, dan bengong aja karena gak ngerti photo street. Namun kesan pada nDalem Sopingen sebagai titik kumpul kami kala itu, memberi kesan positif pada saya.

apalagi saat rangkaian photo street usai dan kami kembali ke titik kumpul. Cangkir cangkir berisi air secang hangat, menebus dahaga dan lelah kami. piring-piring dengan timbunan kacang rebus dan pisang godok, turut meramaikan. Desain pendopo klasik ditambah sinar lampu kuning yang hangat, tikar-tikar yang digelar dan meja meja kecil kayu, menambah ketenangan dalam keakraban malam itu.

beratus-ratus malam setelahnya, baru saya sempat menyambangi lagi. Saat malam hari, pendopo ini dapat menghidangkan masakan minuman jawa, dengan suasana yanag makin jawa. Tak heran mereka menamainya Warung Jawi.

Malam itu kami memesan Brongkos dan Rawon. Untuk minumannya kami percayakan segelas wedang secang dan kunir asem hangat tuk menemani. Rupanya, sepiring kacang rebus ddisajikan pada kami sebagai welcome snack. sembari menunggu hidangan disiapkan, saya menikmati sekali suasana yang tenang, sambil sesekali mengambil gambar. Lokasinya yang sedikit mblusuk mengamankan pendengaran kami dari polusi suara kendaraan dan lalu lalang.

saat hidangan tiba, baik rawon maupun brongkos menghadirkan kuah dengan kepekatan yang cukup kental. rasa bumbu dan rempah yang tak pelit pelit. Tak heran kedua mangkok kami habiskan bersih hingga tetes terakhir. Untuk rawonnya sendiri, rupanya sudah dijodohkan sekaligus dengan telur asina utuh.

Selain rawon dan brongkos, Warung Jawi juga menyediakan bakmi jawa. saya belum sempat mencicip, tapi bukankah ini akan menjadi alasan saya untuk terus kembali lagi? mencecap setiap senti bakmi dalam tenang. menyeruput teh panas gula baru dengan senang. Mungkin sambil bersenda gurau bersamamu dengan riang?

sopingen

Makan Sehat dan Enak di Vegan Fest Greenhost Jogja

sushi by Chef Harry Nugroho

Tiba saatnya akhir pekan menjelang. Sebagian dari kita ada yang sudah memiliki perencanaan matang bagaimana mengisi akhir pekan. Sebagian yang lain, membiarkan akhir pekan untuk berbuat sesukanya tanpa dibebani bermacam perencanaan. Saya sendiri terkadang menjadi golongan yang pertama, cukup sering pula menjadi golongan yang kedua. Saat tak memiliki rencana apapun untuk akhir pekan, kadang benar-benar saya habiskan glundang glundung seharian. Lebih sering pula saya keluar untuk berjalan tak tentu dan berimprovisasi tentang apa yang ingin saya lakukan hari itu. Bebas. Termasuk memproklamirkan weekend sebagai all you can eat – day.

Apakah berarti saya jaga makanan banget di hari-hari weekdays? Nggak juga. Sama aja parahnya. Saya lihat sebagian teman saya juga membuat weekend sebagai cheating day. Hari dihalalkannya menabrak aturan makan yang dibuat sendiri. Baik yang sedang diet rendah kalori, food combining, atau sekedar makan secukupnya di hari biasa. Saat weekend, mari rame-rame kita cheating. Alasannya sih bisa jadi mumpung liburan, dinikmati donk pake makan yang enak-enak. Padahal ternyata bisa banget lho makanan sehat bahkan full vegan, tapi tetap enak, bikin kenyang, dan bikin bahagia. Plusnya lagi, gak cuma nikmat di lidah tapi juga indah dipotret karena memenuhi syarat instagramable.

Adalah Vegan Fest, tempat dapat ditemukannya makanan lezat berlimpah yang sehat dan full vegan. Event ini diselenggarakan oleh Art Kitchen sebagai resto andalan Greenhost Boutique Hotel berkolaborasi dengan komunitas Pasar Kemisan. Menu yang akan disajikan nantinya akan beragam dari resep-resep para ahli di bidangnya. Sebut saja Kurogume Zushi oleh Chef Harry Nugroho, yang proses memasak dan penyajiannya bisa juga kita lihat langsung. Ada juga resep local seperti Tinutuan atau bubur manado yang full vegan dan organic. Belum lagi sajian steak tempe tapi rasa daging padahal tanpa protein hewani sama sekali. Dan tentunya masih banyak lagi sajian menu yang bisa dipilih dan disaksikan prosesnya pada Vegan Fest ini.

photo305233108455763610

sebagian bahan masak

sebagian menu vegan

sebagian menu vegan

Tentunya tidak cukup donk kalau hanya menikmati resep super sehat saat event saja. Tak perlu khawatir karena selain menu siap saji, ada juga penyedia bahan dasar vegan dan organic yang bisa dibeli. Sudah melihat para chef mendemonstrasikan cara memasak dan membeberkan resep, pengen donk praktik sendiri di rumah. Apalagi bahan-bahan yang dipakai memang diutamakan bahan local, sehingga seharusnya mudah didapat. Jangan dikira bahan bahan local di sekitar kita, dengan pengolahan yang tepat bisa menjadi menu berkelas lho.

Vegan Fest ini akan diselenggarakan pada hari minggu 24 Juli, 7 Agustus, dan 21 Agustus 2016. Cocok untuk menu makan siang enak saat weekend tanpa cheating karena acaranya berlangsung pukul 10.00-14.00 WIB. Lokasinya hits banget, mana lagi kalau bukan di Art Kitchen Greenhost Hotel yang kemarin menjadi lokasi syuting AADC2. Nantinya bisa lunch berkawan rambatan tanaman di sana sini, sinar matahari yang melimpah, plus di sisi kolam yang adem. Tak ketinggalan setiap sudut Greenhost hotel yang instagramable cocok untuk lokasi berfoto baik wefie, selfie, standing solo, maupun OOTD. Kalo foodporn nya sih jangan ditanya ya, udah pasti kece.

photo305233108455763633

salah satu sudut Art Kitchen

photo305233108455763624

photo305233108455763634

Sebelumnya, saya bersama beberapa blogger, media dan admin sosial media berkesempatan untuk turut serta dalam sneak preview pre Vegan Fest ini. Kami menyaksikan proses pembuatan sushi oleh Chef Harry Nugroho, seorang Sushi chef master yang belajar di Ohio, US. Beliau menyajikan aneka sushi vegan dengan berbagai variasi. Beliau memaksimalkan bahan pangan local sebagai bahan dasar sushi nya. Menyenangkan sekali saya bisa bertanya-jawab soal resep dan trik memasak pada beliau. Ada pula Chef Frans Keseger yang menyajikan Tinutuan, pecel lengkap dengan peyeknya yang glutenfree, ditambah lagi fresh drink yang sehat, vegan dan organic. Terakhir adalah Chef perwakilan dari Art Kitchen yang menghidangkan Steak Tempe with Mushroom. Enaaaak semua sampai rasa rasanya perut mau meledak karena nambah lagi nambah lagi. Bahkan untuk lidah saya yang pecinta nasi padang, sate kambing, opor ayam, lobster, dan rendang garis keras sekalipun.

photo305233108455763613

Pecel, Bacem

Pecel, Bacem

Sushi Vegan

Sushi Vegan

Tinutuan

Tinutuan

photo305233108455763623

steak tempe

steak tempe

Saran saya, segera ajak keluarga, kakak, adik, suami, istri, rekan, sahabat atau bribikan ke Vegan Fest ini. Tinggal datang ke Art Kitchen di Lt 1 Greenhost Hotel, Jl. Prawirotaman2 No. 629, Yogyakarta. Jangan sampai menyesal kemudian.

 

 

 

Kampung Ramadhan Jogokaryan, Ngabuburit Asyik

#RamadhanDiJogja

A post shared by Aqida Shohiha (@aqied) on

Sebagai anak rumahan, saya gak terlalu suka buka puasa di luar. Sepanjang Ramadhan ini, saya hanya berbuka puasa di luar kalau ada undangan saja. Selain alasan anak rumahan, buka puasa di rumah juga lebih hemat plus bisa nambah nambah upload an foto di IG foodporn saya. Eh udah pada follow belum?

Get closer look of chicken blackpepper. Detail and how to cook on previous picture.

A post shared by bekal makan siang (@bekal.makansiang) on

Tapii, namanya bulan spesial ya. Ada acara dan event tertentu yang munculnya cuma setahun sekali. Misalnya Kampung Ramadhan Jogokaryan ini kalo gak Ramadhan ya gak ada. Apalagi sepanjang bertahun tahun di Jogja, saya belom pernah menyambangi kampung kuliner ini. Makanya ketika mbak Rian yang hits ngajakin ngabuburit di sana, saya langsung oke.

Sempet maju mundur mau berangkat sih, karena mendadak hujan, trus mendadak brenti hujannya. Galau. Kaya saya. Tapi akhirnya berangkat juga. Dan sampai lokasi, ternyata habis hujan gede. Terlihat dari lapak lapak yang masih basah dan dikerudungi jas hujan serta jalanan sedikit becek. Alhamdulillah kami pas nyampai sudah cerah.

image

Ada banyaaaaaak sekali pilihan makanan di sini. Baik makanan tradisional berbagai daerah. Jajanan pasar dengan kue kue tradisional aneka rupa dan rasa. Ada juga makanan asimilasi budaya luar dengan sentuhan lokal. Buat yang males masak juga buanyaaak pilihan lauk dan sayur yang bisa dibawa pulang.

image

Bawa pulang nasi bakar limaribuan dan pepes tuna buat sahur

Tak perlu sedih karena harga yang ditawarkan rata rata hanya empat digit rupiah saja. Dengan begitu bisa banget icip sedikit sedikit berbagai jenis makanan di sini.

Gak cuma bisa jajan murah, bahkan bisa juga lho buka puasa gratis. Ini karena di tengah lokasi pasar kuliner ini terdapat Masjid Jogokaryan yang terkenal dengan jumlah sajian buka puasa ribuan porsi. Melihat para ibu ibu menyiapkan hidangan hingga hampir 2000 porsi dalam piring piring beling menjadi pemandangan yang menakjubkan bagi saya. Tak heran momen ini banyak diabadikan pecinta fotografi.

image

Lebih dari seribu piring

Seiring dengan sebagian Jogja yang mulai sepi ditinggal Pelajar dan pendatang, di sisi lain Jogja menjadi ramai oleh pemudik. Berburu menu buka puasa sembari mengikuti pengajian di Masjid Jogokaryan saya kira menjadi paket komplit nikmatnya buka puasa Ramadhan ini. Tidak tertarik keduanya? Baiklah mungkin bisa memanfaatkan momen yang tinggal sebentar ini untuk terekam dalam lensa kamera. Tak perlu khawatir terlihat aneh, saya bertemu banyak fotografer yang sengaja mengabadikan momen istimewa nya Ramadhan di Jogja.
image

image

Nyore Santai di Kedai Nyah Tanli

image

Pertengahan Ramadhan lalu, saya berkesempatan buka puasa bareng temen temen hits blogger jogja. Sempat sedikit mager karena lokasi yang lumayan dari tempat saya. Lama beraktivitas sesukanya alias bukan karyawan membuat saya makin malas gerak rupanya. Beruntung kemalasan itu tidak saya turuti. Karena nyantai sore sore yang akhirnya saya ikutin, seru banget.

image

Kasongan terkenal sebagai sentra industri gerabah. Lokasi yang tepat untuk pecinta produk lokal berkualitas. Sedikit berasa aneh awalnya, nyantai sore berlanjut buka puasa bareng kok di lokasi perajin gerabah. Ternyata saya baru tau kalau Kedai Nyah Tanli ini, adalah kedai makan yang masih satu lokasi dengan Timboel Gallery.

image

Tepat sebelum jembatan

Timboel Gallery terletak di Jalan Kasongan, Bantul. Tepat di kiri jalan sebelum jembatan, jika rute yang diikuti dari arah timur. Gallery super lengkap dengan berbagai produk craft keren ada di sini. Rekomendasi banget buat yang cari oleh oleh khas Jogja. Belanja produk lokal jelas turut memperkuat ekonomi masyarakat dan perajin daerah tersebut. Belanjanya juga enak dan banyak pilihan karena galerinya gede, luas, dan produk serta harganya bervariasi.
image

image

image

image

Tepat di sisi kiri bangunan utama Timboel Gallery ini lah Kedai Nyah Tanli berada. Dibelai lembut angin syahdu, suara dedaunan dan pohon yang bergesek, plus extra gemericik aliran air sungai tepat di sisi kedai. Keberadaan sungai ini lah yang menjadi nama Kedai Nyah Tanli, alias Wetan Kali (timur sungai, javanese).
image

Suasana yang asik banget dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan, masih ditambah menu menu lokal yang pedess dan kaya rempah. Paket lengkap nyantai sore nya makin bikin saya bahagia gak nurutin males. Kami disapa langsung oleh Bapak Timboel Raharjo beserta sang Nyonya, owner Timboel Gallery maupun Kedai Nyah Tanli. Jadi bisa ngobrolin dan tanya tanya lebih lanjut.

image

Nasi pedes

image

Nasi goreng kecombrang

image

Tongseng ayam, nasi, dan salad yg udah diacak acak

Yang unik di sini, beberapa menu yang disajikan menggunakan kecombrang. Yang gak tau kecombrang plis googling dulu aja. Kerennya lagi, kecombrang nya dari hasil Kebun ownernya sendiri loooh. Fresh dan udah pasti sehatnya kan yaa. Walaupun saya gak familiar dengan bahan masak ini, di lidah saya asik asik dan enak aja lancar sampai pencernaan. Nikmat paripurna.

Menu yang disediakan di sini memang menu lokal, dan banyak yang pedas. Tapi jangan dikira, pengunjung dan pelanggan Kedai Nyah Tanli malah banyak bule bule. Berarti citarasa lokalnya ternyata bisa diterima dan difavoritkan lidah lidah internasional, bukan? Plating nya juga seru, untuk menu menu nasi disajikan di piring dalam bentuk tumpeng mini. Packaging untuk dibawa pulang juga berbentuk kerucut. Jadi walaupun harga terjangkau banget, kalo dibuat oleh oleh terlihat khas, unik dan mahal.
image

Menu udah lokal, suasana udah jogja banget, minuman nya juga lokal. Ada poci poci dan gelas yang lucuk juga. Jadi gak kesepian dan ngeluh ngeluh teh pahit tanpa kamu. Eh itu sih saya ya?
image

Yang saya suka lagi, meja dan kursi yang dipakai di Kedai Nyah Tanli, beberapa diantara nya karya karya perajin di Kasongan. Jadi ada yang bentuk bentuknya unik. Kalau berminat, tersedia juga yang bisa dibeli di Timboel Gallery. Jadi, gimana? Sudah siap duduk duduk di pelaminan nyantai sore wetan kali?
image

Berbuka di Hokben Restoran Halal

Berbuka dengan apa hari ini?

Hampir tiap hari saya harus menjawab pertanyaan itu. Walau jawabannya tidak selalu harus disebutkan, atau sekedar dibatin aja. Kadang saya menjawab dengan sangat serius sampai membuat list apa saja yang saya inginkan. Kadang pula jawaban ngaco, apa aja yang penting sama kamu.

Kamu siapa, qied?

Errr……
*garuk-garuk kepala lalu hening.

Bagi teman-teman urban yg kekinian, pasti udah gak ribet lagi soal menu sahur dan berbuka. Apalagi semenjak kini udah semakin banyak kemudahan. Layanan delivery sahur dan berbuka yang tinggal mainin jempol, bisa kasih kita ruang lebih buat fokus ibadah aja. Di momen suci Ramadhan ini tentu kita pengen lebih banyak ibadah dan tentu saja makin aware buat memilih bahan makanan. Yup, makanan penunjang energi untuk aktivitas kita tentulah percuma kalo sampe gak halal atau kita gak bisa mastiin nih halal atau nggaknya. Tentu gak mau kan ibadah udah kenceng tapi ternyata di darah kita mengalir zat zat yang tidak diketahui halal tidaknya.

Sebenarnya susah gak sih buat mengetahui kehalalan produk cepat saji yang kita makan?

Tadinya saya pikir bakal ribet. Atau bakal minim banget makanan ala ala luar negrih yang memenuhi standar halal. Apalagi kalo ala ala nya negara yang muslimnya minoritas. Tapiiii kan tetep pengen yak, makan makanan yang tadinya namanya juga denger dari anime dan baca di manga.

Ternyata gampang banget. Ini contohnya.

image

Cek status Hokben Restoran Halal atau tidak via sms

Mengikuti sesi Diskusi Halal bertempat di Hokben Jl Kaliurang KM 5 Jogja,  saya jadi belajar banyak hal. Hokben, Restoran Jepang yang 100% milik lokal ini sudah dijamin halal oleh LPPOM MUI. Saat itu kami juga berkesempatan mendapat penjelasan tentang bagaimana proses dan syarat syarat suatu produk bisa dinyatakan halal langsung dari Ibu Katrina dari Hokben pusat dan Ibu Oesmina dari LPPOM MUI Pusat pula.

image

Diskusi Menu halal bareng LPPOM MUI dan Hokben

Baru mikir serius juga kalo proses penelitian untuk bisa mendapatkan sertifikat halal tentunya rumit ya. Apalagi untuk produk makanan yang punya aneka bahan mentah, otomatis punya aneka supplier, dan juga aneka cara pengolahan. Tentu saja semuanya harus ditelusuri dan dipastikan kehalalannya. Tanpa komitmen yang kuat dari perusahaan, hal ini tentu tidak akan terwujud ya. Ribetnya luar biasa begini.

Nyatanya Hokben memiliki komitmen yang sangat kuat hingga mampu memenuhi 11 syarat produk dapat dinyatakan halal sehingga untuk penilaian sertifikat halalnya memiliki grade A. 11 Kriteria Sistem Jaminan Halal (SJH) itu yang berhasil dipenuhi Hokben yaitu : Kebijakan Halal, Tim Manajemen Halal, Pendidikan dan Pelatihan, Bahan, Produk, Fasilitas Produksi, Prosedur Tertulis untuk Aktivitas Kritis, Penanganan Produk untuk yang tidak memenuhi kriteria, Mampu Telusur (Traceability), Internal Audit, Kaji Ulang Manajemen (Management Review).

Dengan terpenuhinya segala syarat tadi, tidak perlu khawatir lagi bersantap ala jepang di Hokben Restoran Halal. Apalagi di Hokben Jalan Kaliurang ini buka 24/7 alias nonstop. Bisa dine in maupun delivery. Jadi selain menjawab pertanyaan di awal tulisan ini, juga sanggup memenuhi ke-mager-an kita ketika sahur. Tinggal telpon dan taraaaa sahur enak dari Hokben Restoran Halal sudah bisa dinikmati.

Saat ini Hokben makin memanjakan konsumennya dengan paket rame rame baik ber empat maupun ber enam yang disebut Omiyage. Disajikan hangat dalam satu box besar, bikin makan bareng keluarga ataupun teman jadi makin seru dan akrab. Juga ada program Ramadhan bertema Share to Love yang detailnya kepoin aja di instagram Hokben restoran halal ini. Makin gak habis kerennya adalah, setiap gerai Hokben punya list panti maupun yayasan sosial dan siap untuk memproses dan delivery in siapa aja yang pengen berbagi. Juaraaaak!!!
No more worries dan makin cinta buat makan enak, praktis, dan halal.

Psssst, kamu juga bisa cek sendiri buat mastiin sudah tersertifikasi halal belum sih produk yang kita konsumsi. Caranya:
1. Pastikan terdapat logo halal LPPOM MUI pada kemasan atau terpasang di restaurant. Di Hokben Restoran Halal,  tersedia QR code yang bisa discan customer untuk membuktikan langsung kehalalannyq.
2. Lihat daftar produk bersertifikat Halal MUI di jurnal halal, Aplikasi Halal di android/BB/iOS atau website: http://www.halalmui.org
3. Tidak malu untuk bertanya lewat email : [email protected]
4. Cek produk halal via SMS ke 98555. caranya : HALAL(spasi)Nama brand produk kirim ke 98555. Contohnya seperti saat saya mengecek Hokben di atas.

Mudah, bukan?
Hayuk donk traktir saya makan lucuk di Hokben Restoran Halal…

Cara Membuat Capuccino Homemade

image
Capuccino with thick foam

Membuat cappuccino rumahan?

kenapa tidak?

Tentunya menyenangkan bukan dapat menikmati minuman ala coffeeshop di rumah sendiri. Apalagi bisa menghidangkan varian minuman istimewa ini saat coffee break bareng keluarga dan orang orang tersayang.

Cara yang saya sampaikan di sini berdasarkan percobaan saya sendiri di rumah dengan alat seadanya. Sudah jelas mungkin akan sangat jauh dengan standar ideal pecinta capuccino atau coffee latte di luaran sana. Tapi bisalah dipertimbangkan untuk menjadi selingan variasi minuman rumahan.

image
Percobaan pertama

(lebih…)